|
Beruntung animasi bukan seperti itu, walaupun njlimet di pra produksi , kita nggak perlu susah memikirkan susahnya menempatkan kamera di ruangan. Mau di ruang sempit kek, mau di air kek, mau di dalam tanah, udara semua bisa suka-suka kita. Kita juga nggak perlu kalah sama cuaca, lighting semua bisa diatur suka-suka, nggak seperti film sungguhan yang butuh reflektor, lampu, white balance, dan semua alat-alat mungil yang mahal-mahal. Tapi karena mudahnya itu orang-orang disini jadi ngawur!!! Kemudahan dan nilai ekonomisnya membuat rekan-rekan saya kurang memahami pentingnya tiap tahapan membuat film. I wish, ....I wish ada teman saya yang juga menghargai keringat mereka yang susah-susah ngangkat lampu, kamera, menata setting dan teriak-teriak dan berkata di dalam hati, "..susah banget lu angkat-angkat, gampangan bikin animasi, dudul!!". Walaupun kenyataannya kita harus nggambar 25 lembar dalam satu detik. Kata Teddy, "It's learning by doing! Saya pun dulu juga mulai dari nol!". Learning is learning, bila kita mau mengevaluasi diri atas kesalahan-kesalahan yang pernah kita buat dan berusaha memperbaikinya. Sebenarnya nggak cuma saya yang disuruh ikut workshop, sebenarnya teman-teman satu studio disuruh semua, tapi siapa saja yang berangkat? Do they Appreciate movies like I do? |
| mpokb July 26, 2006 06:59 PM PDT di film2 besar, yg berkeringat angkat2 lampu pun diberi ucapan terima kasih lewat namanya di credit title :) | ||
| Leave a Comment: |