Entry: Tabik, Mista Polisman! Tuesday, April 18, 2006



Ada pengalaman menyebalkan bersama R*st*** sahabat saya. Kita ditangkap di kecamatan Lendah gara-gara teman saya lewat pos polisi gak pake helm. Ceritanya teman saya itu mbonceng dibelakang lalu kepalanya agak gatal lantas dia buka helm sambil mendinginkan kepalanya yang panas penuh ketombe itu. Alhasil kita dikejar polisi, surat2 diambil diminta datang ke pos. Waktu saya berusaha berkompromi dengan polisi disitu temen saya lihat ada orang desa tidak pake helm tapi dibiarin. Wah, ternyata keadilan terhadap mahasiswa dan orang desa berbeda. Buat mahasiswa pakai helm wajib hukumnya, tapi orang desa nggak perlu ditilang kalau tidak pakai helm.

Let's make it straight: Bukankah helm berfungsi untuk menjaga keamanan pengendara dari cidera, tidakkah semua kalangan memiliki resiko yang sama baik orang desa maupun yang lainnya? Apakah si bapak polisi berpikir batok kepalanya orang desa itu lebih keras dari mahasiswa?

Setelah saya lulus, saya magang di klinik hewan di jogja, well setiap hari saya lihat polisi dengan mobil, dengan truk, setiap hari bergiliran ke hotel yang bersebelahan dengan klinik itu untuk minta rokok. Paling tidak tiap hari tiga rombongan.

Dengan segala hormat pak polisi, semuanya tidaklah mengada-ada. Lihat tidak ada kata-kata menjelek-jelekan anda diatas. Semuanya obyektif.
Cuma saya nggak punya bukti otentik berupa foto, jadi foto Nita Talia diatas cuma sebagai pemanis : P

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments