 |
 |
|
Monday, November 27, 2006
Pernah dengar anjing aduan? Ini salah satunya, Pitbull. Akhir-akhir ini Pitbull sering disebut karena ada dokter hewan yang justru berpartisipiasi pada adu anjing tersebut. Di milis dokter hewan, pendapat dokter hewan sendiri bermacam-macam ada yang pro ada juga yang kontra dengan masalah adu mengadu ini. Pitbull adalah ras anjing yang memang dibiakkan untuk diadu. Anjing ini dipercaya merupakan persilangan dari english bulldog dengan terrier. Hasilnya ialah ras dengan rahang yang kuat, badan yang tegap dan keberanian luar biasa bahkan tahan sakit. Bila terluka saat bertarung, dan luka itu harus dijahit, anjing ini kuat menahan rasa sakit tanpa perlu dibius. Saya pernah menyaksikannya lewat video cd yang dibeli paman. Dari sifat-sifatnya yang kita dengar itu tentu kita semua bergidik bukan ? Kabarnya di negara bagian tertentu di Amerika, Pitbull dilarang karena pernah ada kejadian anjing itu menggigit seorang anak kecil sampai mati. Kedengarannya seperti anjing yang jahat. Tapi tidak seperti itu dengan pengalaman saya. Saya pernah beberapa kali menghadapi pitbull tapi tak seganas itu. Anjing ini memang protektif terhadap wilayah, suka menantang anjing lain, bisa menyerang orang yang jahat terhadap majikannya sampai mati tapi tidak agresif, justru sangat bersahabat. Suatu hari ada seekor anjing pitbull dewasa yang mengalami gangguan fungsi hati sehingga kehilangan nafsu makan, dan yang bertugas memberi dia makan....sialnya adalah saya. Kalau cuma meninggalkan piring makanan di depan hidungnya tentu tak akan dimakan, jadi saya harus membuka mulutnya untuk menyuapi. Tak ada reaksi ketika saya menyorongkan sendok kedalam mulutnya. Karena kalau dielus diam saja, mulailah jemari saya masuk ke dalam mulut yang kuat itu, membuka mulutnya kemudian memasukkan nasi sudah yang dicampur dengan dog food ke dalam mulutnya. Ups..seluruh kepalan tangan saya ikut tertarik masuk ke dalam mulut saat lidah si pitbull melakukan refleks menelan. Bukannya marah karena dipaksa makan, si anjing dengan sok akrab malah merebahkan kepalanya di pangkuan saya. Walaupun tampaknya tak bernafsu tapi suapan demi suapan ditelan juga. Harus sambil dielus rupanya. Badan besar begini ternyata manja juga, ya? Ketika mengelus kepalanya saya merasakan otot-otot muka yang sangat tebal, yang melintang dari rahang sampai kepala bagian atas. Pantas saja kalau menggigit sulit lepas. Majalah Dogfans vol.10 tahun 2001 menyebutkan kalau kekuatan gigitan pitbull mencapai 1,2 ton. Anakannya sendiri tidak diijinkan menyusu pada induknya lebih dari umur satu bulan, karena kekuatan rahang anakan pitbull sudah bisa merobek puting induknya. Dari pengalaman tadi, saya yakin bahwa pitbull adalah anjing yang jinak cuma karakter dasarnya memang dibentuk manusia untuk berlaga di arena aduan. Sekitar tahun 1800-an saat adu anjing sedang ngetrend di Inggris, ras demi ras disilangkan supaya ditemukan karakter anjing seperti pitbull sekarang ini. Pitbull adalah anjing yang berani mati cuma untuk mendapatkan pujian dari tuannya. Mengharukan bukan? Hanya saja karakter dasar ini terkadang dimanfaatkan manusia untuk tujuan jahat. 
foto diambil dari http://www.realpitbull.com dan www.puppypoopy.com
Posted at 09:17 pm by dokter tito
Permalink
Saturday, November 25, 2006
Hari ini saya buru-buru ingin pulang sebenarnya, tapi entah mengapa saya ingin menengok blog anubis-room.blogdrive.com. Anak ini..entah apa yang dipikirkannya :D. Pertama-tama setelah membaca blog dia,yang saya lakukan ialah tertawa karena saya memang melupakan piaraan saya yang satu ini. Tapi setelah bercermat ria, semakin lama saya merasa perbuatan adik saya ini adalah kritik tajam. Nintendolie, No Friends! Dengan jarang pulang semakin jarang pula mengajak Si Dollie keluar. Sedangkan si anjing dengan polos selalu salah mengartikan keberadaan saya dengan "Ada Tito ada bermain bersama". Yuk, jalan-jalan akhir minggu ini, dol! Gambar:Chandra Martinez
Posted at 12:11 am by dokter tito
Permalink
Friday, November 24, 2006
Welehh...udah ngetik banyak2 kok ya disenggol Roni! Hilang semua ketikan saya. Pokoknya bapak saya itu..hmm..dibilang warga sekitar aneh karena berangkat kerja menggunakan sepeda onthel, tapi pergi ke kios yang jaraknya dekat menggunakan sepeda motor. Ketika dibilang aneh, bapak berkelit, "Istri saya itu lebih aneh lagi!" Mengingat bapak, jadi terkenang masa kecil saya. Saya masih balita sewaktu mengikat tali sepatu bapak, dua sepatu terpilin menjadi satu. Padahal bapak buru-buru kuliah. Tumbuh besar sedikit, saya tumbuh jadi anak yang usil. KUping ini sudah berapa kali di jewer. Saya pernah dijewer sepanjang jalan dari rumah teman sampai ke rumah saya sendiri. Jurus lain bapak ialah cubit kamuflase, pura-puranya menggendong saya tapi tangannya mencubit, seraya berbisik,"Hayo...jangan nangis....ketawa!". Saya pun akhirnya tertawa dengan sangat terpaksa. (Mau dikomikin, sih ekspresinya gimana tapi kan wajah saya diorek-orek, kayaknya percuma :p). Bapak bilang saya ini anak durhaka. Jarang pulang. Entah apa yang saya cari. Februari kemarin saya memutuskan meninggalkan klinik hewan tepat saat ada dokter (hewan) di sana yang menanyakan saya mau jadi dokter tetap atau tidak. Saya pilih jadi buruh, dan bapak berkata, " Bapak bangga atas pilihanmu.." dan mengirim sejumlah uang sebagai sangu. Happy Birthday, Dad dan seperti biasa,Yah, kurangi ROKOKMU..
Posted at 02:19 am by dokter tito
Permalink
Wednesday, November 22, 2006
Posted at 12:01 am by dokter tito
Permalink
Monday, November 20, 2006
Vegetarian Merugikan Nelayan
Sabtu kemarin ketika sedang bercerita alasan saya tak bisa menguntal daging tiba-tiba diam tak enak mengajak saya berdiskusi. Diskusi ini dilanjutkan ke arena baru supaya bisa disaksikan Bergerak dan Ndobospol. Rupanya kalian berharap bisa melihat orang berantem ? Kita bicara ikan. Menjadi vegetarian supaya ikan terselamatkan. Tak makan ikan, akan memberi kesempatan mahluk itu untuk berkembang biak. Tetapi ikan tangkapan nelayan menjadi tak laku karena banyak manusia sok herbivor. Begitu kira-kira yang kita diskusikan (diskusi atau debat sih?).
Kemudian saya melantur soal Easter island, sebuah pulau di daerah pasifik yang menurut para ilmuwan pernah terjadi pemakaian sumber daya alam secara besar-besaran sampai hutan, tanaman, pangan & ternak ludes dipakai. Sialnya penduduk Easter island ini berada di lokasi yang terisolasi, sehingga pilihan terakhir untuk bertahan hidup adalah kanibalisme. Semua karena konsumsi berlebihan. Sok tahu saya. Lalu bagaimana nasib nelayan yang makin susah karena harga BBM yang menjulang? Keberadaan orang yang sok herbivor akan berdampak negatif pada penghasilan nelayan. Pekerjaan yang mengharuskan saya duduk manis berlama-lama diruangan membuat saya tak pernah ke daerah pesisir untuk melihat sendiri kesusahan nelayan. Nelayan jaman sekarang kadang tak melaut karena mereka merugi. Sudah utang untuk beli solar, sepulang melaut pun tak dapat ikan banyak. Hmm...di laut tak dapat ikan ? Kenapa? Jumlah ikan tak sebanding dengan jumlah nelayan? Karena ? Perusakan lingkungan, pencemaran? Populasi manusia membludak, semua mereka ambil. Saat ini bukan hewannya saja yang dimanfaatkan, tapi habitatnya juga tak tersisa. Saya bicara hak hewan dan dia bicara hak orang miskin. Orang hebat ini benar. Maaf, kalau saya mengusulkan bahwa harus ada generasi yang bersabar menunggu hewan-hewan itu berkembang biak dulu. Manusia-manusia itu mungkin tak akan bertahan. Tapi bila suatu saat jumlah ikan berlimpah pasti nelayan juga yang diuntungkan. Menjadi vegetarian selain hidup sehat juga akan mengurangi penggunaan sumber pangan asal hewan secara berlebihan. Meski saya akui kalau semua orang sok herbivor bisa runyam juga, sudah ternak bau melimpah dimana-mana, manusia juga akan kentut dimana-mana. Tapi populasi kaum vegetarian emang bisa banyak ? Tampaknya ada penonton yang tak puas kami berkompromi. Mungkin lain kali. Semoga bukan soal cewek :p. 
| Sebenarnya saya lupa pastinya sejak kapan tak mampu menikmati masakan daging. Mungkin karena saya waktu itu suka rewel tak mau makan lalu berkelanjutan sampai sekarang. atau kasihan. Atau memang benar sehabis diajak paman ke pasar hewan. Belajar anatomi mereka juga membuat saya semakin yakin rasa daging manusia tak jauh berbeda. *Sok tahu mode on* Tinggal bumbunya saja. Bicara soal bumbu, pernah baca resep-resep makanan vegetarian di blog Myrfa ? Lihat bajunya tuh? Mode jaman segitu, dulu belum ada kaos atari.
|
Foto: kayaknya punya paman, Februari 1985
Posted at 06:48 pm by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|