 |
 |
|
Thursday, November 16, 2006
Bekerja dengan sekelompok pekerja rendah hati. Itu yang saya rasakan ketika bertemu para tukang gambar di studio ini. Sebenarnya saya merasa tak pantas jadi kepala suku mereka. Mana pantas saya yang tak loyal ini memimpin sekelompok muda-mudi tangguh, dengan semangat berkobar bahkan mereka bekerja lebih baik dan lebih rajin dari saya, walaupun mereka tahu fee yang diterima tak seberapa. Kadang perselisihan saya dengan atasan membawa mereka menuju kondisi yang lebih buruk. Jadi sedih rasanya. Animasi digital sebenarnya memakan biaya lebih rendah dari animasi cel, tapi justru karena biaya yang rendah itu ada beberapa tahapan produksi tertentu yang diremehkan, tahap yang harusnya penting malah dilewati begitu saja. Maka jadilah kerja yang semrawut. Para buruh gambar ini terbukti bisa menerjemahkan naskah dan storyboard semrawut jadi animasi :D. Kadang mereka juga bisa bekerja tanpa kehadiran sutradara...Otonom banget, yak.Untuk memenuhi tenggat, mereka benar-benar harus pintar mengatur jam kerja dengan jam kuliahnya. Kasihan juga kalau lihat ada yang dipotong gajinya gara-gara tak bisa masuk kerja. Bersama mereka saya jadi tahu bahwa sehari-hari mereka ngiritnya setengah mati. Semua animator..eh buruh..berasal dari keluarga menengah ke bawah, jadi hal seperti itu wajar. Kadang ada yang terpaksa tidak makan malam sewaktu menginap di kantor. Mau pulang juga rumahnya jauh di Bantul. Jauh banget. Ngenes..mbok mangan to, le....SImbokmu iso nangis ning omah. Yang saya salut, anak-anak ini benar-benar tidak menghabiskan uangnya untuk rokok. Saya yakin, semua benar-benar digunakan untuk kebutuhan mereka. Sayalah yang paling boros, menghambur-hamburkan uang untuk sewa komik dan majalah. Namanya juga Jogja, kalau UMR tak rendah mungkin sega kucing (nasi dengan porsi perut kucing) tak akan populer. Tulisan ini bukan untuk mengemis simpati, tapi sebagai penghargaan kepada rekan-rekan sekerja saya yang optimis. Jadi, untuk menghargai karya mereka saya bantu-bantu mereka bikin blog. Lumayan daripada gambar-gambar itu menumpuk lantas membusuk di studio. Berjuang terus kawan. Menggambar lebih banyak lagi. Seperti animator profesional itu lho. Jangan pedulikan kata-kata miring mereka. People just don't trust what they can't explain. Tetap optimis. Ok, kalau anda sempat tolong kunjungi seiring.wordpress.com
Posted at 08:54 pm by dokter tito
Permalink
Beginilah begitulah! Revisi inilah revisi itulah! Lakukan inilah, lakukan itulah ! Saya tak mengerti satu-kata-pun yang anda ucapkan. Jadi, mohon demonstrasikan yang anda inginkan itu.
Anda tidak bisa ? Maaf kalau saya kurang respek pada anda, pak.
Posted at 12:00 am by dokter tito
Permalink
Wednesday, November 15, 2006
sepatu lagi..sepatu lagi..
Tadinya yang akan diposting bukan komik ini. Setelah dihina Nana dan Simbok kok saya jadi kepikiran. Masalah fitnah sepatu cewek kemaren kok heboh banget seeeh...Mbak Yati juga ngejek-ngejek, ternyata berita tersebut sudah sampai ke telinga dua mahluk luar angkasa yang selalu memonitor segala kegiatan saya. Sayang komputernya nggak bener, masak wajah saya yang imut jadi begitu.
Anyway, masuk mulut singa kemudian masuk mulut buaya. Setelah deadline rampung saya didaulat menggantikan bos besar untuk presentasi di acara bedah bukunya dia. Gawat bener. Kapan saya ini bisa istirahat. Bos cepetan sembuh! Mumet aku!
Posted at 12:11 am by dokter tito
Permalink
Tuesday, November 14, 2006
Jalan-jalan lihat Japan Art Festival
Hari Minggu 12 November kemarin saya menghabiskan pagi berjalan-jalan dengan mahluk ini. Sudah lama kami tak pernah hangout bersama. Kali ini kami mengunjungi Japan Art Festival di belakang Kiko Bento Yogya. Saya sih maunya lihat lomba komik satu halaman, kalau bisa ya pengen ikut. Tapi ternyata peserta yang ikut masih muda-muda. Walah, kalau saya tak lupa cukur jenggot waktu itu pasti panitia menyangka saya ini anak SMU. Sayangnya, kumis dan jenggot sedang jrawut-jrawutnya (kosakata maksa). Bisa disangka Xanana Gusmao saya.Akhirnya ya cuma liat-liat tehnik mereka. Ternyata gambar mereka bagus-bagus, lho. Saya saja kalah. Ada yang pakai drawing pen waterproof, ada juga yang pakai spidol snowman yang kalau ketetesan keringat langsung meler itu. Saya juga suka,kok, pakai spidol itu. Yang komik strip 'kuda liar' kemaren, pakai itu buatnya.
Uniknya saya melihat salah seorang peserta mengenakan kemeja yang ada gambar komiknya. Wah,wah. Fanatik, ya, dik. Tukeran sama kaos atari mau nggak? Kemeja itu kalau untuk contekan pastinya bukan. Apa mungkin sebelum lomba ini dia orek-orek dulu di kemeja itu sebagai latihan? Saya tak tahu siapa pemenangnya lomba itu mungkin juga si pemakai kemeja ini. Selamat ya, dik. Usai melihat-lihat Kami berdua potret sana-sini pakai kamera handphone, karena kamera digital sedang dipinjam teman. Jadi maaf kalau kualitasnya ancur. Sebelum pulang saya, dan adik sepakat membeli salah satu komik bikinan Yogya yang dijual di sana. Pengen tahu juga nih! Saya beli yang ada tulisan Shotacat & Amanokawa Osa. Nama yang disebut belakangan ini adalah nama samaran orang Indonesia yang menulis buku Guide to Draw Manga. Setelah dibaca-baca.........kok ceritanya yaoi! Walaaaaaa....
Posted at 01:48 am by dokter tito
Permalink
Saturday, November 11, 2006
Anjing Virtual, Sakit virtual. Dokternya bisa virtual?
Kapan itu saya baca di blog mas Danu bahwa 'dokter' berasal dari kata docere yang artinya guru. Selain mengobati, dokter selayaknya memberi edukasi bahwa pasien bertanggungjawab terhadap kesehatannya sendiri, obat itu bila tak diikuti maintenance dan gaya hidup yang baik maka kesehatan bla..bla..bla...Kebayang nggak saya ngomong gini sama pasien saya yang notabene nggak ngerti yang saya bicarakan ? Memang sewaktu pemilik hewan masih ada di situ, saya akan menjelaskan sejauh yang saya tahu. Tapi sewaktu si pemilik pulang, gantian si kucing atau si anjing yang saya ajak bicara, " Sini dulu..Ayo, mau sembuh, nggak?.." Mata mereka berkedip seolah mengerti, dengan wajah memelas merelakan pantatnya ditusuk jarum. Tapi ada juga kok yang meringis.
Kejadian begini pasti tak akan terjadi kalau kita memelihara hewan virtual. Coba lihat blog ini. Lihat betapa lucunya Nintendogs. Ini solusi buat orang yang berhalangan piara hewan karena super sibuk. Contohnya mbak ini. Bisa juga untuk latihan sebelum memelihara yang sungguhan. Bagusnya lagi , kalau anda lupa ngasih makan trus anjingnya modar*, anda nggak bisa dibilang dosa. Pernah dengar dokter virtual? Menurut BBC , search engine Google sangat membantu dokter dalam mendiagnosa. Kata BBC tadi, dari 26 kasus penyakit yang dicari di google -dalam hal ini kasus penyakit manusia-, 15 kasus diantaranya bisa didapatkan diagnosa yang benar. Lumayan kan? Ini artinya dokternya sendiri juga memanfaatkan dunia virtual. Saya sendiri juga sering googling, karena tak mungkin saya menyimpan semua informasi obat-obatan dan info penyakit di kepala saya. Justru lebih aman bagi kami untuk tetap up to date, karena efek obat sebenarnya berlainan untuk setiap individu. Misal, "menurut penelitian terbaru barulah diketahui bahwa ras anjing Collie allergi dengan obat ivermectin.". Padahal banyak dokter hewan yang memakai obat ini, soalnya dengan sekali-dua kali juzz (baca:suntik) cacing nematoda, heartworm, kutu, caplak bisa hilang. Kalau kita tetap berpegang pada literatur yang basbang, ya, bisa berabe. Nah, sekarang kalau anjingnya virtual, sakitnya juga virtual, lalu dokternya virtual, lalu kita manusia mau ngapain? Jadi programmer semua? Pusing, kan? Maen Nintendogs sajalah. (Nintendo, mbok aku dikasih duit, 'kan sudah dibantu promosi) Kalau ingin tahu dokter hewan virtual, ya di sini tempatnya. Aku lagi ogah pasang gambar. Blognya jelek!*ngambek*
*mati
Posted at 02:45 am by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|