 |
 |
|
Friday, November 03, 2006
  Beberapa hari yang lalu seorang paman membangunkan saya gara-gara mau pamer tabloid ini. Tabloid edutainment bulanan "Poligami". Begitu tulisan yang ada di bagian atas cover-nya. Wooo...setelah dibaca-baca ternyata tabloid ini dipimpin Puspo Wardoyo, pemilik Rumah Makan Wong Solo itu, yang juga pelaku poligami. Unik juga, ya. Namanya juga edutainment, mestinya memberikan edukasi dan juga menghibur 'kan ? Saya nggak komentar,ah. Lha wong, cari makan sendiri masih susah, mau kencan juga kadang mikir-mikir dulu, masa mau sok tahu soal poligami. Kalau anda nggak sempat beli tabloidnya, jangan kuatir. Anda bisa download sini, kok.
Posted at 04:37 pm by dokter tito
Permalink
Thursday, November 02, 2006
Celanaku 'mrucut' lewat jendela
 Diantara para Blogger in pasti gak ngerti definisinya mrucut kan? Naaah...diharapkan dari komik ini jadi ngerti. Bukan kejadian sebenarnya, tapi hampir sebenarnya. Kalau saja tangan saya tak sigap waktu itu, pasti saya harus turun 3 lantai ke bawah dengan bermodalkan handuk dan kaos atari saja. Itu salah saya, kenapa waktu mau mandi yang dilepas kok celana dulu, kok nggak kaos atarinya dulu. Ini komik buat yang kecewa karena Rabu lalu saya bolos posting komik. Salah satunya Bu guru. Maaf, ya.....and....format komik saya masih berubah-ubah, soalnya sedang dalam proses belajar, nih.
Posted at 11:58 pm by dokter tito
Permalink
Wednesday, November 01, 2006

Ide cerita: Hasil obrolan nyeleneh dengan Sir Mbilung. Gambar: Gambar saya, maksudnya bukan gambar (muka) saya, tapi komik diatas itu yang menggambar adalah saya walaupun di sana ada muka saya, dan memang gambar saya, tetapi.....sudahlah.
Posted at 01:32 am by dokter tito
Permalink
Wednesday, October 18, 2006
Pindah kantor memang melelahkan
Yang lagi tidur di sini ialah rekan kerja saya. Bagaimana tidak capek, rekan saya ini berangkat kerja nglaju dari rumahnya yang ada di Bantul, lalu sesampainya di kantor harus angkat-angkat barang ke lantai 4. Kebayang gak, sih, ngangkut barang-barang itu harus naik-turun tangga bolak-balik dari lantai satu ke lantai empat, di bulan puasa pula. Saya malah dari hari sebelumnya udah angkut barang-barang duluan. Emang Tito ini pekerja yang rajin  . translate: Tito: Kepala hewan apa nih? Wirok kok ada di bawah meja? Tito: WOOI!! Bangun,le! Kamu masih hidup nggak? Rony: ZZZ..GROOOK !!ZZZZ...GROOOK !! Rony:zz..aehm..eh..kok aku bisa di sini? *garuk-garuk* Tito: Wooo...ternyata masih hidup. Wah, nggak jadi diotopsi.*kecewa* Rony: Kok masih di kantor yang jelek ini...emoh.. Kalau gitu aku tidur lagi aja ! Mimpi bidadari dikahyangan!..GROOkk...zzz. Rony: GROOOK...ZZZZ...GROOOOOKKK
Posted at 01:56 am by dokter tito
Permalink
Tuesday, October 17, 2006
Gambar kayak gini....emang pantes..:(
Dengan gambar seperti ini, pantas nggak saya mengajar menggambar dengan media pensil warna? Seorang teman bertanya apakah saya punya kemampuan mengajar pencil coloring. Wah, kalau asal mewarnai saya bisa. Sejak kecil saya ini otodidak abis. Setelah cari di internet barulah saya tahu, " Ooo..caranya bikin kayak gitu toh?" Kok ternyata susah..  Melihat hasil gambar-gambar saya yang terdahulu, ternyata hasilnya berantakan juga. Saya kurang memperhatikan kalau mewarnai dengan teknik seperti itu pencil harus dijaga tetap runcing. Tulisan saya juga jelek, tadinya ingin saya hapus pake Photoshop, tapi akhirnya saya urungkan. Biarkan saja disana, supaya saya ingat dan tak mengulangi kesalahan serupa. Whisker-nya, kumis kucingnya harusnya pakai warna putih. Pensil warna ini agak waxy, walaupun ada pilihan pensil yang berwarna putih tapi menggoreskannya diatas sapuan warna pensil lain tak bisa berhasil karena teksturnya menjadi licin. Mungkin harus digores dengan benda tajam dulu kemudian baru diisi warna putih. Nggak tahulah, belum dicoba.
Sekedar informasi, jenis corak bulu*) kucing diatas biasa disebut tabby (baca:tebi). Sering 'kan kita lihat kucing dengan bulu seperti itu? Susah kalau mendeskripsikan warnanya. Makanya kita sebut tabby saja. Kapan-kapan, deh kita bahas tentang macam-macam corak bulu kucing. Ini gambar saya di tahun 1999. Eh, maksudnya 'gambar saya', gambar diatas bukan gambar saya...loh, lah, eh,...gimana. Maksudnya gambar diatas bukan wajah saya, itu memang gambar anak kucing tapi yang nggambar saya, begitu maksudnya. Membingungkan....sepertinya, selain harus belajar mewarnai saya juga harus belajar berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
(Jadi ingat, adik pernah bertanya pada ibu, "Bu, lihat pensil warnanya Tito ?". "Hah ?" ibu heran, lalu menjawab, "Mana ada pensil warnanya Tito, yang ada pensil warnanya merah, kuning, biru...". Adik lalu pergi dengan perasaan dongkol, dan membatin, " Grmbl..grmbl..ibu yang aneh..". Yang terakhir tak tambah-tambahi. ) *)sebenarnya lebih tepat kalau disebut rambut, bukan bulu.
Posted at 02:32 am by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|