Thursday, September 28, 2006
Prostetik lumba-lumba? (MumET-episode#3)
Tubuh opsir Murphy yang hancur itu akhirnya digantikan oleh organ-organ bionik oleh Omni Consumer Product (OCP). Hingga kini ia lebih kondang dengan nama ROBOCOP. Begitu juga dengan Anakin Skywalker, pertarungan dengan Obi Wan Kenobi membuatnya kehilangan sebagian besar anggota tubuhnya, tapi dengan kemajuan ilmu prostetik, tubuh yang rusak itu bisa digantikan tubuh bionik. Ditutupi dengan kostum hitam yang sangar, Anakin alias Darth Vader bertahan sebagai musuh paling keren hingga Starwars episode terakhir. Tak mungkin? Coba tengok di sini. Prostetik yg paling kuno mungkin tangan kait kapten Hook itu, ya?
Hari Rabu yang lalu walaupun kepala MuMET, saya sempat menengok berita di Yahoo. Tentang lumba-lumba. Tapi berkat e-mail Myrfa saya jadi semangat untuk membuat posting tentang lumba-lumba ini. Winter adalah lumba-lumba bottlenose yang kehilangan ujung ekornya akibat ulah manusia. Saat ditemukan oleh nelayan Desember lalu, Winter yang saat itu berumur 3 bulan terjebak perangkap kepiting.
Lumba-lumba ini rencananya akan diberi ekor prostetik. Saya masih buta soal memasang buntut palsu ke mamalia air ini. Kata Steve McCulloch, orang yang berwenang di Florida's Harbor Branch Oceanographic Institution, pemulihan prostetik ekor Winter, diperkirakan akan menelan biaya sekitar $100.000. Itu adalah biaya yang dihabiskan Jepang ketika memasang ekor karet pada lumba-lumba bernama Fuji di tahun 2004. Mestinya sekarang lebih mahal. Tanya Sir Mbilung saja.
Foto Winter sepertinya tidak boleh dipublikasikan ulang. Saya pasang foto anatomi lumba-lumba saja, deh. Tengok sirip depannya, tak banyak orang yang tahu kalau sebenarnya lumba-lumba punya jari-jari. Yup, seperti tangan kita. Semoga fakta ini semakin meyakinkan mereka yang tak percaya evolusi. Walaupun tak memiliki tungkai belakang, lumba-lumba masih memiliki pubis kok. Ada di sini



Gambar diambil dari http://www.tmmsn.org/education/anatomy.htm
Posted at 02:11 am by
dokter tito
Permalink
Wednesday, September 27, 2006
Posted at 09:40 am by
dokter tito
Permalink
Tuesday, September 26, 2006
Masih ingat
rumah saya yang unik ? Banyak kertas peringatan dimana-mana. Herannya kebiasaan seperti itu baru saja saya jumpai di kantor. Kertasnya ditindih pakai
mouse pula!
Posted at 07:06 pm by
dokter tito
Permalink
Monday, September 25, 2006
Saturday, September 23, 2006
Kartu lenticular Starwars
Saat gempa kemarin, juga saat isu tsunami melanda, tak terpikir untuk membawa barang-barang saya, komik-komik saya. Seandainya memang terjadi tsunami (hus!!!) yang saya miliki hanyalah celana pendek dan jaket merah. Itupun kalau saya masih hidup (husss!!!Nggak boleh ngomong gitu!). "Harta saya..." Saya memang egois sempat-sempatnya berpikir bungkus sereal Honey Star dengan kartu lenticular Starwars didalamnya. Terlintas di benak, mau dikemanakan barang-barang ini kalau terjadi musibah. Saya lebih memilih mengabadikan harta saya itu dalam bentuk foto. Mau gempa, mau tsunami, harta saya abadi di blog. Tak perlu seperti Simbah Putri saya yang sewaktu gempa selalu saja tergopoh-gopoh masuk kedalam rumah untuk menyelamatkan perhiasan emas miliknya! Harta ini cuma satu diantara beberapa barang-barang yang sebagian besar adalah....komik. Jumlah komik yang saya miliki jauh lebih banyak dari jumlah celana dalam. Rencananya satu-satu nanti dibahas di blog ini.
Saya suka wadah sereal ini karena unik. Sayangnya waktu saya berkelana dari supermarket ke supermarket, kok tidak menemukan varian lainnya. Rasa serealnya nggak penting, lidah Endonesah pasti nggak akrab dengan 'bijirin ala londo'. Buat saya saat itu yang penting itu bonusnya. Bonusnya kartu lenticular Starwars (maap kalau diulang lagi yang tadi kurang mantep). Lenticular ini maksudnya lembaran plastik bergambar yang ada teksturnya. Tekstur ini sebenarnya ialah prisma kecil-kecil yang efeknya membuat gambar yang kita lihat di lembaran kartu plastik itu berbeda-beda tergantung sudut mata memandang atau malah punya efek 3D. Siapa yang tak ingin melihat lightsaber yang tersohor itu beradu ? Punya mainan seperti ini membuat saya terkadang tertawa sendiri karena girang. Mainan! Saya egois menghamburkan uang untuk mainan, padahal banyak anak-anak Indonesia yang lain yang tak punya mainan. Coba tanya Mas Yoyok. By the way, masih ada 4 varian lagi yang belum saya miliki, adakah yang punya? Tolong hibahkan kepada saya. --Lah, anak Indonesia yang nggak punya mainan itu gimana? Saya 'kan sudah bilang kalau saya egois. Yoyok, maafkan aku
.
Posted at 08:41 pm by
dokter tito
Permalink