 |
 |
|
Saturday, September 23, 2006
Kartu lenticular Starwars
Saat gempa kemarin, juga saat isu tsunami melanda, tak terpikir untuk membawa barang-barang saya, komik-komik saya. Seandainya memang terjadi tsunami (hus!!!) yang saya miliki hanyalah celana pendek dan jaket merah. Itupun kalau saya masih hidup (husss!!!Nggak boleh ngomong gitu!). "Harta saya..." Saya memang egois sempat-sempatnya berpikir bungkus sereal Honey Star dengan kartu lenticular Starwars didalamnya. Terlintas di benak, mau dikemanakan barang-barang ini kalau terjadi musibah. Saya lebih memilih mengabadikan harta saya itu dalam bentuk foto. Mau gempa, mau tsunami, harta saya abadi di blog. Tak perlu seperti Simbah Putri saya yang sewaktu gempa selalu saja tergopoh-gopoh masuk kedalam rumah untuk menyelamatkan perhiasan emas miliknya! Harta ini cuma satu diantara beberapa barang-barang yang sebagian besar adalah....komik. Jumlah komik yang saya miliki jauh lebih banyak dari jumlah celana dalam. Rencananya satu-satu nanti dibahas di blog ini. Saya suka wadah sereal ini karena unik. Sayangnya waktu saya berkelana dari supermarket ke supermarket, kok tidak menemukan varian lainnya. Rasa serealnya nggak penting, lidah Endonesah pasti nggak akrab dengan 'bijirin ala londo'. Buat saya saat itu yang penting itu bonusnya. Bonusnya kartu lenticular Starwars (maap kalau diulang lagi yang tadi kurang mantep). Lenticular ini maksudnya lembaran plastik bergambar yang ada teksturnya. Tekstur ini sebenarnya ialah prisma kecil-kecil yang efeknya membuat gambar yang kita lihat di lembaran kartu plastik itu berbeda-beda tergantung sudut mata memandang atau malah punya efek 3D. Siapa yang tak ingin melihat lightsaber yang tersohor itu beradu ? Punya mainan seperti ini membuat saya terkadang tertawa sendiri karena girang. Mainan! Saya egois menghamburkan uang untuk mainan, padahal banyak anak-anak Indonesia yang lain yang tak punya mainan. Coba tanya Mas Yoyok. By the way, masih ada 4 varian lagi yang belum saya miliki, adakah yang punya? Tolong hibahkan kepada saya. --Lah, anak Indonesia yang nggak punya mainan itu gimana? Saya 'kan sudah bilang kalau saya egois. Yoyok, maafkan aku .
Posted at 08:41 pm by dokter tito
Permalink
Wednesday, September 20, 2006
Kotoran Robocop yang mengeras
Rutinitas yang membosankan terkadang mencurahkan begitu banyak ide untuk membuat komik strip ini, sampai saya tak tahu harus membuat yang mana terlebih dahulu. Biasanya saya menunggu ide yang mana dulu yang telah mencapai kesepakatan visual dan logika kedua belah otak saya. Sayangnya mereka bukannya bersepakat membuat cerita bermutu tapi sebaliknya malah membuat cerita semrawut. Ingat, terapikomik hakekatnya untuk terapi sehingga tak salah kalau otak saya semaunya sendiri  . Robocop adalah salah satu film yang membuat saya terkenang masa kecil. Masa dimana saya belum mengerti bahwa yang dibintangi Peter Weller itu sebenarnya berkisah tentang pejabat korup yang suka menindas rakyat, bahkan polisi pun bisa dibeli. Satu pertanyaan yang tak terjawab adalah, di film diperlihatkan Robocop mengkonsumsi makanan bayi, saya jadi penasaran bagaimana ia mengeluarkan kotoran dari celana besi itu.
Posted at 10:41 pm by dokter tito
Permalink
Punya bapak perokok? Saya punya seorang! Bapak yang ini ngeyelnya minta ampun. Tak peduli giginya yang keropos oleh rokok, dan batuk-batuk, bapak dua orang anak ini terus-terusan mengepulkan asap bak lokomotif. Kalau diminta berhenti, jawabnya, " Kalau berhenti merokok itu gampang, dari dulu saya sudah berhenti.". Lelah sudah saya memperingatkan bapak. Daripada capek ngomong lebih baik saya pajang animasi 'no smoking' di blog saya. Animasi yang anda lihat adalah buatan saya sendiri beberapa tahun silam. Caranya cukup mudah, karena yang saya animasikan hanya asap yang mengepul. Sisanya cuma gambar still yang diwarnai dengan Photoshop. Wajah itu walaupun kartun tapi benar-benar mirip Bapak. Jangan dibilang aneh, kalau dibilang aneh pasti Bapak menjawab," Istri saya 'tuh lebih aneh lagi." Saling tuduh siapa yang layak disebut aneh di keluarga kami sungguh-sungguh masalah rumit.
Saya tidak keberatan bila gambar diatas anda ambil. Entah kalau bapak. Cueklah, 'kan saya juga ahli warisnya. Itung-itung kampanye anti rokok. Semakin banyak merokok semakin cepat saya dapat warisan..he..he..he..guyonan durhaka. Trims untuk kawan-kawan yang masih saja mengambil nomor antrian walaupun saya sedang tidak praktek. Posting komik stripnya mengudara agak malam.
Posted at 04:14 am by dokter tito
Permalink
Saturday, September 16, 2006
Sial. Listrik di studio dipadamkan untuk beberapa hari. Soalnya kami mau pindah kantor. Maaf teman-teman yang nggak saya kunjungi, karena untuk ngenet saja saya harus nunut sana nunut sini. Mungkin juga nanti kalau sudah pindah kami harus puasa ngenet menunggu semua instalasinya beres. Huaaa.......  .
Posted at 03:55 pm by dokter tito
Permalink
Friday, September 15, 2006
Kami para buruh animasi, amatiran. Kalau menurut kontrak, kami berlima harus mengerjakan kira-kira 20 lembar gambar tiap harinya untuk setiap orang. Bukan angka fantastis untuk animator profesional. Tapi herannya, terhitung sejak tahun 2003 kami telah membunuh tiga scanner yaitu: UMAX ASTRA 4500, Microtek ScanMaker 6700, dan UMAX ASTRA 5650. Saya yakin bukan kami saja yang membunuh mereka, tapi juga aliran listrik yang turun naik. Habisnya, Bos disuruh beli UPS nggak mau. Tapi bukan menghancurkan scanner yang membuat kita senang, melainkan melihat Bos yang lagi bingung memikirkan cari duit untuk membetulkannya, hore! Jahat banget, yak? Bercanda, Bos. Kami bantuin kok, bos, yang penting jangan potong gaji kami untuk betulin scanner  .
Posted at 01:04 am by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|