Wednesday, September 20, 2006
Kotoran Robocop yang mengeras
Rutinitas yang membosankan terkadang mencurahkan begitu banyak ide untuk membuat komik strip ini, sampai saya tak tahu harus membuat yang mana terlebih dahulu. Biasanya saya menunggu ide yang mana dulu yang telah mencapai kesepakatan visual dan logika kedua belah otak saya. Sayangnya mereka bukannya bersepakat membuat cerita bermutu tapi sebaliknya malah membuat cerita
semrawut. Ingat, terapikomik hakekatnya untuk terapi sehingga tak salah kalau
otak saya semaunya sendiri

.
Robocop adalah salah satu film yang membuat saya terkenang masa kecil. Masa dimana saya belum mengerti bahwa yang dibintangi
Peter Weller itu sebenarnya berkisah tentang pejabat korup yang suka menindas rakyat, bahkan polisi pun bisa dibeli. Satu pertanyaan yang tak terjawab adalah, di film diperlihatkan Robocop mengkonsumsi makanan bayi, saya jadi penasaran bagaimana ia mengeluarkan kotoran dari celana besi itu.
Posted at 10:41 pm by
dokter tito
Permalink
Punya bapak perokok? Saya punya seorang! Bapak yang ini ngeyelnya minta ampun. Tak peduli giginya yang keropos oleh rokok, dan batuk-batuk, bapak dua orang anak ini terus-terusan mengepulkan asap bak lokomotif. Kalau diminta berhenti, jawabnya, " Kalau berhenti merokok itu gampang, dari dulu saya sudah berhenti.". Lelah sudah saya memperingatkan bapak. Daripada capek ngomong lebih baik saya pajang animasi 'no smoking' di blog saya.
Animasi yang anda lihat adalah buatan saya sendiri beberapa tahun silam. Caranya cukup mudah, karena yang saya animasikan hanya asap yang mengepul. Sisanya cuma gambar still yang diwarnai dengan Photoshop. Wajah itu walaupun kartun tapi benar-benar mirip Bapak. Jangan dibilang aneh, kalau dibilang aneh pasti Bapak menjawab," Istri saya 'tuh lebih aneh lagi." Saling tuduh siapa yang layak disebut aneh di keluarga kami sungguh-sungguh masalah rumit.
Saya tidak keberatan bila gambar diatas anda ambil. Entah kalau bapak. Cueklah, 'kan saya juga ahli warisnya. Itung-itung kampanye anti rokok. Semakin banyak merokok semakin cepat saya dapat warisan..he..he..he..guyonan durhaka. Trims untuk kawan-kawan yang masih saja mengambil nomor antrian walaupun saya sedang tidak praktek.
Posting komik stripnya mengudara agak malam.
Posted at 04:14 am by
dokter tito
Permalink
Saturday, September 16, 2006
Sial. Listrik di studio dipadamkan untuk beberapa hari. Soalnya kami mau pindah kantor. Maaf teman-teman yang nggak saya kunjungi, karena untuk ngenet saja saya harus
nunut sana
nunut sini. Mungkin juga nanti kalau sudah pindah kami harus puasa ngenet menunggu semua instalasinya beres. Huaaa.......

.
Posted at 03:55 pm by
dokter tito
Permalink
Friday, September 15, 2006
Kami para
buruh animasi, amatiran. Kalau menurut kontrak,
kami berlima harus mengerjakan kira-kira 20 lembar gambar tiap harinya untuk setiap orang. Bukan angka fantastis untuk animator profesional. Tapi herannya, terhitung sejak tahun 2003
kami telah membunuh tiga
scanner yaitu: UMAX ASTRA 4500, Microtek ScanMaker 6700, dan UMAX ASTRA 5650. Saya yakin bukan kami saja yang membunuh mereka, tapi juga aliran listrik yang turun naik. Habisnya, Bos disuruh beli
UPS nggak mau. Tapi bukan menghancurkan
scanner yang membuat kita senang, melainkan melihat Bos yang lagi bingung memikirkan cari duit untuk membetulkannya, hore! Jahat banget, yak? Bercanda, Bos. Kami bantuin kok, bos, yang penting jangan potong gaji kami untuk betulin
scanner 
.
Posted at 01:04 am by
dokter tito
Permalink
Wednesday, September 13, 2006
Beberapa bulan yang lalu rumah kami dititipi anjing berwarna hitam, namanya Endel. Rumah si empunya anjing ini harus direnovasi karena sehabis gempa statusnya tak layak huni. Jadilah si anjing dititipkan di rumah kami menemani Dollie, anjing kami. Hebatnya si Endel ini lebih pinter dari Dollie. Setelah Endel pulang dia jadi ketularan bodoh sedangkan Dollie tambah pintar.

Posted at 10:09 am by
dokter tito
Permalink