DOKTER HEWAN BODOH SOK TAHU SOAL KOMIK
KOMIKUS BODOH SOK TAHU SOAL HEWAN


 
Wednesday, September 06, 2006
Pegawai Baru

Maunya sih dikasih warna tapi karena buru-buru hasilnya jadi suck. Sebenarnya sih malu juga mau pasang komik di sini.  Whateverlah. Kalau bagus juga pasti dimarahi klien.Aku lagi setres pak klien! Ngeblog terus kerjaan nggak kelar-kelar. Yang di sini thumbnails aja, ya. Kalau di resize jadi 600 pixel tulisannya malah ngga kebaca. Btw, ini komik boong abis! Nggak ada hubungannya dengan realita. Ogah punya teman kerja kayak Sadako.

Posted at 08:10 am by dokter tito
Comments (15)  

Tuesday, September 05, 2006
Selamat tinggal Pak Steve

 
"Crikey!" Ucapan khas Steve Irwin si Crocodile Hunter tak akan kita dengar lagi live dari mulutnya. Sang naturalist telah tiada karena tersengat ikan stingray di bagian dada ketika sedang dalam proses pembuatan film serial dokumenter barunya "Ocean's Deadliest" kemarin 4 September 2006. Lokasinya di Great Barrier Reef. Kalau cuma Australia berarti perbedaan waktunya kan nggak beda jauh dengan kita, ya? Pertama kali mendengar berita ini dari bapak saya melalui sms tadi pagi. Jangan salah, kami bukan kerabat Steve, cuma penggemar saja.

Pernah nonton
Crocodile Hunter 'kan? Waktu itu di televisi swasta mana, ya? Sangat mengesankan melihat seseorang mempunyai keberanian mendekati buaya besar dan ular beracun sambil mengoceh, menjelaskan kepada pemirsa televisi dengan logat Australia yang kental. Kayaknya kalau di televisi swasta sini di-dubbing. Steve sempat diprotes gara-gara memberi makan buaya sambil menggendong anaknya yang masih bayi. Tapi itulah Steve. Kalau disini orang lihat buaya atau ular pasti langsung dikejar lalu digebuki. Kalaupun tertangkap hidup-hidup pasti untuk dipertontonkan, biasanya di kampung-kampung penemuan yang aneh begitu dijadikan penggalangan dana untuk pembangunan masjid. Buaya dan ular mungkin mahluk yang paling kita takuti, tapi bentuk yang mengerikan bukan alasan untuk memusuhi mereka. "Every chance I get, I will put my life on the line to save crocs." kata Steve. Lebih berbahaya mana manusia dibandingkan buaya? Kalau lebih berbahaya buaya coba hitung berapa banyak buaya yang dibunuh manusia, kemudian bandingkan dengan jumlah manusia yang dibunuh buaya. Pasti lebih banyak buaya yang dibunuh manusia. Tanpa sadar kita ini menjadi mahluk yang paling ganas. Kalaupun mereka (hewan) menyerang, itu juga karena mereka ketakutan.

Saya pernah diprotes penghuni rumah karena menangkap kelabang lalu membuangya ke halaman bukan membunuhnya (lagi-lagi kelabang). Manusia memang egois, tak pernah mau berbagi. Pernah saya bahas sewaktu menulis posting tentang
tikus. Jauh sebelum kita mendirikan rumah, flora dan fauna sudah duluan di sana. Apa alasannya kita berhak mengusir mereka ? Di negara ini lingkungan tak dihargai, beberapa tuan besar sok tahu seenaknya saja membakar hutan, yang lain bila melihat ular digebuki, lihat burung ditembaki. Sedih saya Pak Steve. Saya yakin walaupun meninggal disengat stingray pasti ia tak mendendam. Dunia masih punya Rob Bredl, Jeff Corwin dan yang lainnya tapi mereka juga pasti kehilangan. Kata pepatah 'Mati satu tumbuh seribu'. Semoga makin banyak konservasionis di dunia apalagi di Indonesia. Amin.
(VCD Collision Course saya mana, ya? Jadi pengen nonton lagi.)
foto diambil dari wikipedia.com

Posted at 11:12 am by dokter tito
Comments (13)  

Sunday, September 03, 2006
Sepeda tak sehat


Hegh..fiuh..Hari Sabtu kemarin saya mencoba naik sepeda (pancal) ke studio. Kalau bangun pagi, mungkin jadi sehat. Soalnya polusi udara masih minim, & Yogya masih sejuk. Tapi di hari  itu saya bangun kesiangan. Maklum mahluk nocturnal, (bangun pagi tak pernah, seringnya pulang pagi). Bukannya menghirup udara segar, saya malah menghisap emisi karbon sebanyak-banyaknya.  Hegh..hegh..Saya setuju, semakin banyak pengendara sepeda, bisa jadi polusi udara semakin berkurang. Soalnya pengendara sepeda menghisap udara kotor tanpa memproduksi kembali. Paling-paling udara yang dihirup itu jadi abab, atau jadi kentut. Singkat kata, pengendara sepeda bisa menjadi reservoir karbon monoksida. Menurut saya dengan cara begini kok bukan pengendara sepedalah yang menjadi sehat. Saya takut mereka malah terkena anthracosis. Penimbunan karbon di alveoli paru-paru. Boleh saja naik sepeda, tapi kalau tak pakai pelindung hidung bisa jadi malah megap-megap.

Keterangan kapan lajur sepeda ini muncul boleh dibaca di sini. Orek-orekan cat di aspal bertuliskan "lajur sepeda" macam ini menggelitik hati nurani. Meskipun realita berkata lain. Lajur sepeda bukan untuk pengendara sepeda saja, tapi untuk parkir kendaraan bermotor juga becak. Akhirnya pengendara sepeda harus keluar dari lajurnya masuk ke jalan dengan resiko disambar bis kota yang terkenal ngawur.

Kapan lagi kita bisa menikmati udara bersih, berbadan sehat pula? Mumpung lagi kere(tapi tak kemplu), saya terdorong untuk mencoba. Siapa tahu bisa sehat beneran. Walaupun resikonya menghisap asap diesel, toh saya juga pernah menyemburkan asap ke pengendara sepeda yang lain. Kali ini saatnya saya mencoba untuk merasakan penderitaan mereka. Udah capek, kepanasan, masih juga diusir klakson dari jalan raya. Mau nggenjot juga butuh tenaga akhirnya ngerem pun itung-itungan, tak seperti mobil yang tinggal injak pedal gas dan pedal rem. Tapi asyik juga, tuh. Irit duit! Kerja kok lebih semangat. Bagaimana Sri Sultan? Katanya mau naik sepeda juga?

NB: Mm, mungkin yang bikin nggak sehat karena sorenya saya nggak mandi...hiiiii. Cuek! Eh..buat yang titip foto kucing maap, ya. Rencananya memang saya mau nengok cat festival tapi gagal. Ternyata seharian malah tidur. Gimana, nih ?

Posted at 10:06 pm by dokter tito
Comments (13)  

Thursday, August 31, 2006
Di sini ada di sana ada, di mana-mana ada

Image Hosted by ImageShack.us Saya tinggal di Jogja cuma 'nunut' (numpang). Namanya nunut pasti kita harus ikut peraturan si empunya rumah.  Bila diperhatikan seksama ternyata buanyak sekali aturan-aturan yang ada di rumah. Semula saya tak sadar bahwa sumber berita bisa jadi dari rumah kita sendiri. Maklum kalau lagi tak punya masalah kadang-kadang kita bingung mau menulis apa di blog. Mau dibuat-buat itu namanya bohong. Apa boleh buat, habisnya tak ada cerita tentang bos, karena bos sedang berbaik hati (walaupun saya yakin ada maunya).

Kembali ke masalah aturan rumah. Kalau bukan
adik saya yang mengingatkan,mungkin saya tak akan sadar bahwa di sana-sini banyak label-label yang dibuat untuk kami -(cara adik saya mengingatkan cukup unik, cuma tunjuk beberapa penjuru rumah tanpa banyak bicara, sambil memasak mie instant pula).

Kasihan juga yang membuat peraturan. Banyak menulis tapi tak pernah digubris. Lagi pula yang di foto itu belum semua, lho! Peraturan yang tak sempat difoto antara lain: label diatas tutup panci dengan tulisan "ini sop!", "jangan meninggalkan barang diatas meja" karena saya sering meninggalkan banyak barang-barang diatas meja marmer, "lampu jangan dimatikan" karena dirumah satu lampu dipakai untuk 2 kamar mandi yang berbeda pintu masuk (ya iya..lahh, tapi yang ini pintu masuknya jauuhh). Apalagi, yah? Tampaknya peraturan-peraturan di kertas lusuh itu mulai besok harus dilaksanakan. Kasihan yang bikin. Siapa,sih yang bikin ?

Keterangan gambar:
  • #1 Periksa Jendela: jangan lupa tutup jendela pada waktu sore hari
  • #2 Lap asah-asahan ganti Senin-Rebo-Jumat: gak perlu dijelaskan
  • #3 Demi kesehatan harap pintu ditutup lagi: Kamar mandi kami berdekatan dengan ruang makan, makanya pintu kamar mandi wajib ditutup.
  • #4 Kran jangan dirubah: Kran sedang rusak
  • #5 ....tulisannya nggak kelihatan: anyway, saya juga tidak tahu siapa yang sikat gigi pake kunci inggris di kanan itu


Currently playing:
Vagrant Story
By Electronic Arts


Posted at 07:06 pm by dokter tito
Comments (13)  

Wednesday, August 30, 2006
Jali Tokcer oleh Sopoiku

Image Hosted by ImageShack.us
"Maaaaaaaaaaaaaaaf saya tak sempat bikin komik strip hari ini karena jadwal padat sekali. Untuk Sementara review komik aja dulu, ya! Ini mau diposting kemaren-kemaren tapi blognya error."

Jali Tokcer bercerita tentang pemuda yang akhirnya harus berurusan dengan para pencoleng karena Jali bekerja sebagai mandor di gudang sabun. Lucu banget walaupun waktu itu saya masih kecil, susah memahami ejaan lama. Walaupun bahasanya nggak se-jadul Meneer Koeaingdiandjingkeunsiah tapi tetep aja sulit! Adegan diatas adalah adegan favorit saya waktu kecil. Si kuli jahat dibekap ketek Jali sampai muntah-muntah. Hal yang hampir luput dari perhatian saya ialah ejaan di sampul dan isi komik ternyata berbeda. Mungkin sampulnya dibuat belakangan setelah ada peraturan ejaan baru. Btw, kemampuan naratif komik ini mengagumkan. Jumlah panel komik yang hanya 2 panel setiap halaman tak membuat saya melewatkan setiap gambar. Terlebih gaya bahasa jaman dahulu memang membuat geli. Jadi bertanya-tanya apakah penggemar Sopoiku dulu juga tertawa seperti saya? Ha..ha..:D

Komik ini warisan para paman saya. (Kebayang 'kan sejak kecil saya dicekoki berbagai komik ?) Jali Tokcer dibikin oleh Sopoiku, alias Kho Wan Gie. Menurut Wikipedia, Kho Wan Gie mengawali ngomik sejak tahun 1930 berupa komik strip berjudul Si Put On. Si Put On diterbitkan di majalah Pantjawarna dan harian Warta Bhakti yang katanya beraliran kiri.
Nama Sopoiku adalah nama samaran Kho Wan Gie. Sejak peristiwa G30S majalah dan harian yang memuat karyanya berhenti terbit, Kho Wan Gie menggunakan nama Sopoiku untuk berkarya. Sopoiku? Nama yang aneh. "Sopo iku" kurang lebih berarti "Siapa itu" dalam bahasa Indonesia. Mirip dengan Kipo, ya? Makanan khas Kota Gede Yogyakarta. Nama Kipo berasal dari singkatan "Iki 'po?" (Ini apa?). Nama yang aneh.

Saya tak menyangka begitu banyak informasi tentang Sopoiku di internet. Seperti kata Donny Anggoro, komik tak pernah mati. Kho Wan Gie saja yang sejak 1930 sudah berkarya, hingga kini namanya masih dikenang.

Posted at 02:47 pm by dokter tito
Comments (10)  

Next Page

PROFIL DOKTER JAGA(L)


dokter tito
Male
Yogyakarta-BSD-Jakarta
Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.

PESANAN RESEP OBAT
   

JADWAL TERAPI
<< September 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

kliping terapikomik#1

MENGENDUS KATA



engine mengendus kata oleh FreeFind

TERAPI KEMARIN


Dulu Saya Ngajar di Sini:


 Subscribe in a reader


My other links:


portfolioku
Favorit:
Dogster


Make your own badge

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html


Image Hosted by ImageShack.us
Tour de Djokdja
Motomodders
anjingkita.com
charity e books
Thanks to:


Firefox 2
Subscribe in Bloglines
Powered by FeedBurner

Online Users

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed