 |
 |
|
Wednesday, August 23, 2006
It sounds good, but I'm not the one who wrote this, just ask this guy . Please read it while I'm working on my (comic) strip. I'll be back at evening. ================================================== When I take a long time to finish, I am slow, When my boss takes a long time, He is thorough When I don't do it, I am lazy, When my boss does not do it, He is busy, When I do something without being told, I am trying to be smart, When my boss does the same, He takes the initiative, When I please my boss, I am apple polishing, When my boss pleases his boss, He is cooperating, When I make a mistake, I'm an idiot. When my boss makes a mistake, He's only human. When I am out of the office, I am wondering around. When my boss is out of the office, He's on business. When I am on a day off sick, I am always sick. When my boss is a day off sick, He must be very ill. When I apply for leave, I must be going for an interview When my boss applies for leave, It's because he's overworked When I do well, My boss never remembers, When I do wrong, He never forgets
Posted at 02:37 am by dokter tito
Permalink
Saturday, August 19, 2006
 Siapa sih Pokijan?
Kalau anda pernah menghabiskan waktu (baca:masa muda) membaca komik
Donal Bebek pasti tahu Pokijan. Yup! Tetangga rewel yang sering
berselisih paham dengan Donal itu. Sudah lama saya berencana membuat
posting tentang Pak Pokijan, termasuk bongkar-bongkar koleksi komik
lapuk cuma untuk memindai dari beberapa halaman komik. Akhirnya saya
menghabiskan malam minggu ini untuk menyelidiki Pokijan. Saya tak
mengerti kenapa diberi nama Pokijan, padahal ada beberapa edisi
Indonesia yang menamakan tokoh tersebut Bolderbast sesuai edisi Belandanya. Kalau ingin tahu secara lengkap perubahan nama tokoh Disney di berbagai negara, coba tengok www.answer.com. Eh, ternyata kawan-kawan sudah pernah menyinggungnya di blogombal Paman dan waroeng makan Mimi hitam.
Siapa yang menciptakan Pokijan? Seorang kawan yang menanggapi postingan tentang tikus kemarin mengingatkan saya berterimakasih kepada Ub Iwerks. Dari Ub Iwerks-lah saya tahu bahwa tak hanya ada Walter Elias Disney
disana tetapi banyak juga tangan-tangan kreatif yang tak begitu
terkenal membantu studio Disney berkembang. Begitu juga dengan pencipta
Pokijan. Coba tanya Carl Barks. Beliau yang menciptakan tetangga menjengkelkan itu di Walt Disney's Comics & Stories #34.
Apa hebatnya tetangga yang rewel itu? Sebuah cerita
kurang menarik bila tanpa konflik, nah, siapa lagi kalau bukan Pokijan
itu. Pokijan cuma salah satu peran yang membuat cerita mengalir
disamping seabreg kesialan Donal yang sebenarnya sudah mengundang tawa,
belum lagi keberuntungan Untung Bebek (Bebek atau Angsa, sih?) yang
selalu membuatnya iri, ada juga Desi Bebek yang selalu membingungkan
(dasar wanita), keponakan-keponakan yang nakal dan....sudah, ah,
tampaknya terlalu banyak tantangan si Donal. Tapi kenapa Pokijan yang
dibahas di sini? Tanya kenapa? Saya sendiri pernah mengikutkan Pokijan
dalam lomba komik
dan tak disangka cerita yang tak bermutu itu bisa meraih pemenang
utama. Siapa sangka tetangga yang menyebalkan ini bisa membawa
keberuntungan. Bagaimana kalau lain kali kita bahas Gerombolan Siberat apa malah Kornelius Prul ? Ha..ha..ha..ha. Hmm..kata 176-671 lebih baik kita posting blueprint Gudang uang Gober Bebek. Soal itu, sih, tanyakan Lang Ling Lung saja! Mimi hitam jangan tanya keping keberuntungan, ya.

Posted at 02:13 pm by dokter tito
Permalink
Wednesday, August 16, 2006
Ketahuan?(Yuk, Melet-melet!)..jadi ingat Simbah
Sial! Jadi ketahuan! Pantesan kok rame, ternyata ada yang pasang
pengumuman. Bertambahnya usia membuatku jadi merenung. Mengingat
perjalanan hidup yang kulalui. Termasuk ngguntingi kemeja Simbah,
haha.. Dulu awal mula saya menggambar, ya dari tempat sampah kertasnya
Simbah. Kadang beliau begitu asyiknya mengetik sehingga tak sadar
begitu banyak kertas yang terbuang. (Juga tak sadar kemejanya
diguntingi dari belakang). Sayang, kertas-kertas itu bagian belakangnya
masih bersih dari ketikan, padahal di Indonesia ini sudah berapa pohon
yang ditebang cuma untuk bikin kertas? Dari situlah hobi orek-orek
dikembangkan. Sembari memanfaatkan halaman yang masih polos, lembar
demi lembar sampah kertas mulai mengasah kemampuanku untuk menggambar
bentuk. Mungkin juga menulis merupakan cipratan hobi "Simbah Kakung".
Suara mesin ketik masih terekam baik di benak. Kira-kira ngetik
apa, ya? "Dari Katabelece sampai Kakus?"
Ha..ha..ha. Ide menggambar biasanya datang dari buku pustaka alam
LIFE, terbitan TIMES yang waktu itu boleh dicomot dari rak buku. Entah
gambar apa saja yang disitu, apalagi kalau bukan.....hewan. Oh, sh*t!
Jadi ingat kenapa aku kepingin jadi dokter hewan. Sebetulnya
heran juga kenapa di sini ketemu banyak blogger rendah hati. Ok,
kawan-kawan, thanks banget perhatiannya buat teman-teman yang tidak
bisa saya sebutkan satu persatu, dan terima kasih juga melet-meletnya.
Thanks Paman!(Anda ikut melet-melet, nggak?hayo!). 
Posted at 09:05 pm by dokter tito
Permalink
Tembakau tabur berhamburan!
Satu lagi komik strip di hari Rabu! Jayus, sih memang...tapi piye
maning. Cerita ini murni fiksi, lho! Apa? Wajah ada yang mirip? Mbuh!
Posted at 01:47 am by dokter tito
Permalink
Saturday, August 12, 2006
Tadi sore kabur dari studio.
Pergi ke "Soping", begitu cara penulisannya bila anda membaca tulisan
yang terpampang bis yang melewatinya. Soping mungkin dari kata shopping
yang artinya tempat untuk berbelanja, tapi nyatanya soping malah tempat
berjualan buku-buku loak di Jogja yang berlokasi di dekat Soceitet
Taman Budaya Yogyakarta. Bah, lupakan penjelasan bertele-tele ini.
Pokoknya saya tak menemukan apa yang saya cari. Setelah berputar-putar
dan kepanasan hampir dehidrasi, akhirnya matapun tertuju pada setumpuk
buku lapuk.  Man...Komik
itu digambar oleh Man. Berjudul " Raksasa", agak norak kalau judul itu
diberikan ke komik jaman sekarang. Terdaftar di Komdak Metro Jaya tahun
1975. Tak banyak informasi tentang pembuatnya. Kayaknya memang
begini,ya, komik jaman dulu. Kondisinya lumayan jelek. Bagian bawah
halamannya yang tampaknya pernah basah jadi rapuh. Padahal saya bacanya
sambil maem, lho! Bahkan kalau nggak salah lihat ada rontokannya yang
masuk ke piring. Belum ladi ada pinggiran halaman yang dikrikiti tikus! Pengerat satu ini memang kurangajar!
Saya pribadi pertama kali melihat gambar Man kalau nggak salah di
majalah Bobo. Waktu itu ilustrasi Man menghiasi cerita pendek di
majalah bermain dan belajar
itu sejak saya masih TK atau SD. Wah, nasib komikus jaman dulu
itu akhirnya jadi ilustrator majalah anak. Tunggu, jadi ingat,
beberapa tahun yang silam saya pernah mengikuti seminar animasi PKAN 3
(Pekan Komik dan Animasi Nasional 3) sebagai undangan. Man menjadi
pembicara seminar menggambar komik, cuma karena sudah siang, kita jadi
ngantuk-ngantukan, he..he..he.. Kalau tak salah juga, Man juga terlibat
film animasi "Suma Han"! Yoi, Pendekar Pulau Es yang kita baca di
cerita silat Kho Ping Hoo
itu. By the way, kemana komikus lawas lainnya, ya? Man bikin komik
barunya di rujukan seni cergam Sequen, lho. Tapi saya kok belum punya. Beliin, dong! Website yang menampilkan komik-komik lawas ada di Sang kolektor.
Tapi jangan banyak berharap dulu karena yang ada di sana cuma gambar
sampul. Semoga si empunya web mau berbagi isi komiknya kelak.
Posted at 09:04 pm by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|