 |
 |
|
Wednesday, August 16, 2006
Tembakau tabur berhamburan!
Satu lagi komik strip di hari Rabu! Jayus, sih memang...tapi piye
maning. Cerita ini murni fiksi, lho! Apa? Wajah ada yang mirip? Mbuh!
Posted at 01:47 am by dokter tito
Permalink
Saturday, August 12, 2006
Tadi sore kabur dari studio.
Pergi ke "Soping", begitu cara penulisannya bila anda membaca tulisan
yang terpampang bis yang melewatinya. Soping mungkin dari kata shopping
yang artinya tempat untuk berbelanja, tapi nyatanya soping malah tempat
berjualan buku-buku loak di Jogja yang berlokasi di dekat Soceitet
Taman Budaya Yogyakarta. Bah, lupakan penjelasan bertele-tele ini.
Pokoknya saya tak menemukan apa yang saya cari. Setelah berputar-putar
dan kepanasan hampir dehidrasi, akhirnya matapun tertuju pada setumpuk
buku lapuk.  Man...Komik
itu digambar oleh Man. Berjudul " Raksasa", agak norak kalau judul itu
diberikan ke komik jaman sekarang. Terdaftar di Komdak Metro Jaya tahun
1975. Tak banyak informasi tentang pembuatnya. Kayaknya memang
begini,ya, komik jaman dulu. Kondisinya lumayan jelek. Bagian bawah
halamannya yang tampaknya pernah basah jadi rapuh. Padahal saya bacanya
sambil maem, lho! Bahkan kalau nggak salah lihat ada rontokannya yang
masuk ke piring. Belum ladi ada pinggiran halaman yang dikrikiti tikus! Pengerat satu ini memang kurangajar!
Saya pribadi pertama kali melihat gambar Man kalau nggak salah di
majalah Bobo. Waktu itu ilustrasi Man menghiasi cerita pendek di
majalah bermain dan belajar
itu sejak saya masih TK atau SD. Wah, nasib komikus jaman dulu
itu akhirnya jadi ilustrator majalah anak. Tunggu, jadi ingat,
beberapa tahun yang silam saya pernah mengikuti seminar animasi PKAN 3
(Pekan Komik dan Animasi Nasional 3) sebagai undangan. Man menjadi
pembicara seminar menggambar komik, cuma karena sudah siang, kita jadi
ngantuk-ngantukan, he..he..he.. Kalau tak salah juga, Man juga terlibat
film animasi "Suma Han"! Yoi, Pendekar Pulau Es yang kita baca di
cerita silat Kho Ping Hoo
itu. By the way, kemana komikus lawas lainnya, ya? Man bikin komik
barunya di rujukan seni cergam Sequen, lho. Tapi saya kok belum punya. Beliin, dong! Website yang menampilkan komik-komik lawas ada di Sang kolektor.
Tapi jangan banyak berharap dulu karena yang ada di sana cuma gambar
sampul. Semoga si empunya web mau berbagi isi komiknya kelak.
Posted at 09:04 pm by dokter tito
Permalink
Thursday, August 10, 2006
Posting satu lagi, deh. Terus terang, nggak nyangka, yang
kemari bakalan rame! Padahal awalnya yang saya kunjungi cuma blog-blog
tertentu, itupun nggak titip komentar, cuma giat berkunjung ke blog
teman kuliah atau ngopi di sebelah, sampai suatu saat kehadiran blog ini diendus tukang gombal. Di sini, ya begini ini, anda akan menjumpai grammar yang semrawut dan tutur kata yang kurang berkenan.
Blog! Bermula dari sarana pelampiasan sampai akhirnya terpikir buat
titip gambar. Pasien terapikomik sebetulnya adalah saya sendiri.
Menjadi dokter sekaligus pasien untuk mengobati diri sendiri. Soalnya
susah, lho, bekerja dengan hati mendongkol. Tapi saya bukanlah
pendendam, kalau bisa " misuh" nanti juga sudah baikan lagi. Iya nggak, bos? Bos? Oh, udah pulang. Aman!
Tapi percuma juga, sih, menyembunyikan identitas diri. Toh, dengan
bekal alamat e-mail pasti mudah terbongkar. Apalagi perguruan
tinggi di Jogja yang membuka aliran pengobatan kewan hanya satu. Hanya
saja muka saya sebaiknya ditutupi! Alasannya?................ alasannya............... .......................... .......................... .......................... Begini saja, deh. Coba tebak kenapa saya nggak jadi dokter manusia? Biarlah orek-orekan merah di wajah dan kaos Atari berwarna hitam itu jadi ikon untuk sementara. See ya, Saturday night.
Posted at 01:20 am by dokter tito
Permalink
Wednesday, August 09, 2006
Bikin animasi kelabang itu susah !
 Based
on true story! File kelabang-nya itu dimana, ya? Sibuk banget, nih.
Thanks yang udah sempat nengok ke sini. Kerjaanku numpuk. Kita jumpa
hari Sabtu aja, ya!
Posted at 10:23 pm by dokter tito
Permalink
Monday, August 07, 2006
Tikus! Kita yang jadi korban atau mereka?
 | Tikus
sebenarnya salah satu hewan yang bikin saya jijik. Tapi kemarin waktu
saya dijalan kebetulan lihat salah satu yang mati di jalan. Akhirnya
jadi kasihan juga. Saya potret pakai hp buat bukti. Terus terang
keberadaan hewan ini tak pernah dihargai. Selalu dibenci karena
dianggap perusak, hama tanaman, pencuri, juga pembawa penyakit.Nenek
saya adalah salah satunya. Kalau ada satu saja tikus yang masuk rumah,
pasti Nenek saya kepikiran sampai tak bisa tidur. Kalau ketemu pasti
langsung disiram air panas. Itulah salah satu sifat manusia yang tak mau berbagi. |
Kalau dipikir kenapa hewan pengerat ini menjadi pencuri, dan pembawa
penyakit? Tidakkah terpikir kalau mereka masuk ke dalam rumah kita
karena habitatnya kita singgahi. Manusia merasa tikus tak berhak di
wilayah yang telah dijadikan manusia sebagai pemukiman. Manusia tak
peduli tikus telah hidup disitu sebelum manusia datang. Akhirnya tikus
tersisih kemudian tinggal di lorong-lorong dan selokan kotor. Tak heran
mereka menjadi pembawa penyakit. Di saat tikus nekat masuk rumah manusia demi kelangsungan hidup, manusia lebih mementingkan barang-barang yang di'krikiti'
tikus. Ironis. Merusak baju dibayar nyawa! Paling tidak itu yang
dilakukan Nenek bila berjumpa tikus. Gigi tikus selalu tumbuh,
kalau gigi terlalu panjang mereka akan kesulitan makan, makanya pasti
ada saja yang di-krikiti. Bicara
piaraan, tikus termasuk hewan yang jarang dibawa ke klinik hewan untuk
diobati. Mereka lebih sering dipakai untuk hewan percobaan. Tapi yang
pernah maen game PC Vet Emergency
pasti tahu kalau ternyata di luar negri sono, tikus bisa disayang. Iya!
Disayang! Bener-bener tikus hitam yang bikin jijik itu!So, ada yang mau
memperjuangkan hak-hak tikus? Yang jelas bukan saya. Saya 'kan jijik. |
Posted at 09:46 pm by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|