DOKTER HEWAN BODOH SOK TAHU SOAL KOMIK KOMIKUS BODOH SOK TAHU SOAL HEWAN
Monday, August 07, 2006
Tikus! Kita yang jadi korban atau mereka?
Tikus
sebenarnya salah satu hewan yang bikin saya jijik. Tapi kemarin waktu
saya dijalan kebetulan lihat salah satu yang mati di jalan. Akhirnya
jadi kasihan juga. Saya potret pakai hp buat bukti. Terus terang
keberadaan hewan ini tak pernah dihargai. Selalu dibenci karena
dianggap perusak, hama tanaman, pencuri, juga pembawa penyakit.Nenek
saya adalah salah satunya. Kalau ada satu saja tikus yang masuk rumah,
pasti Nenek saya kepikiran sampai tak bisa tidur. Kalau ketemu pasti
langsung disiram air panas. Itulah salah satu sifat manusia yang tak mau berbagi.
Kalau dipikir kenapa hewan pengerat ini menjadi pencuri, dan pembawa
penyakit? Tidakkah terpikir kalau mereka masuk ke dalam rumah kita
karena habitatnya kita singgahi. Manusia merasa tikus tak berhak di
wilayah yang telah dijadikan manusia sebagai pemukiman. Manusia tak
peduli tikus telah hidup disitu sebelum manusia datang. Akhirnya tikus
tersisih kemudian tinggal di lorong-lorong dan selokan kotor. Tak heran
mereka menjadi pembawa penyakit. Di saat tikus nekat masuk rumah manusia demi kelangsungan hidup, manusia lebih mementingkan barang-barang yang di'krikiti'
tikus. Ironis. Merusak baju dibayar nyawa! Paling tidak itu yang
dilakukan Nenek bila berjumpa tikus. Gigi tikus selalu tumbuh,
kalau gigi terlalu panjang mereka akan kesulitan makan, makanya pasti
ada saja yang di-krikiti. Bicara
piaraan, tikus termasuk hewan yang jarang dibawa ke klinik hewan untuk
diobati. Mereka lebih sering dipakai untuk hewan percobaan. Tapi yang
pernah maen game PC Vet Emergency
pasti tahu kalau ternyata di luar negri sono, tikus bisa disayang. Iya!
Disayang! Bener-bener tikus hitam yang bikin jijik itu!So, ada yang mau
memperjuangkan hak-hak tikus? Yang jelas bukan saya. Saya 'kan jijik.
Baru-baru
ini saya melihat beberapa blog yang sering saya kunjungi berbenah diri.
Ini gawat! Tak cuma isi blog mereka yang bagus tapi juga mulai tampak
cantik. Tadinya saya cuma ingin blog ini sebagai wadah 'muni-muni'. Akibat dari bos yang nggak 'dong'
kalau saya mengusulkan suatu solusi. Tapi tampaknya anggapan tersebut
harus diubah sedikit. Soalnya yang mengunjungi blog ini ternyata ada
beberapa dari kalangan pinter. Kalau cuma mendengarkan saya mengumpat
rasanya kok kasihan, mereka jadi sia-sia nyasar ke sini. Ok, muni-muni
tetap ada di blog ini, tapi paling-paling ditambah gambar-gambar dikit.
Walaupun cuma ngawur, tapi paling tidak orang jadi tahu nggambar itu
nggak sulit. Untuk tampilannya kayaknya I must put some efforts! Syusyah.Di Firefox udah bagus, tapi di Internet Explorer kok ancurr.
Bayangkan
dahulu dalam benak anda seperti apa wujud anjing yang akan anda gambar.
Anjing galakkah? Anjing penakutkah? Atau anjing cerewet berdasi yang
suka mengomeli anda di kantor ? (ups!). Dalam tutorial ini saya akan
mendemonstrasikan cara menggambar anjing yang imut. ; p
Langkah kedua; gambar sebuah lingkaran dengan memakai pensil. Nggak perlu pakai jangka, 'kan ini cuma latihan.
Langkah
ketiga; Gambar sebuah garis vertikal dan horizontal seperti pada
gambar. Anda akan menentukan kemana arah si anjing menghadap.
Pada gambar ini anjing menghadap ke kiri.
Langkah keempat; Buat sebuah bulatan kecil lagi.
Langkah kelima; Buat 2 bulatan kecil lagi di samping bulatan yang tadi.
Langkah
keenam; Buat bulatan sebagai hidung & beri 2 titik kecil sebagai
matanya.
Langkah ketujuh; Perbaiki sedikit detilnya. Hitamkan warna hidung, bentuklah mulut anjing.
Langkah
kedelapan; Setelah gambar sudah mulai tampak sketsanya lanjutkan dengan
menggambar detil outline, rambut-rambut dan telinga. Mata diberi
bulatan luar.
Langkah
kesembilan; Setelah sketsa jadi, outline bisa anda tebalkan dengan
marker atau drawing pen. Usahakan yang waterproof. Untuk gambar yang
sederhana gunakan outline yang tebal diatas 0.5. Langkah ini disebut
juga dengan tracing.
Langkah
kesepuluh; Hapus goresan pensil yang digunakan untuk menggambar sketsa.
Bagaimana? Sudah puaskah anda? Kalau belum puas, kita lanjut ke langkah
berikutnya.
Langkah
kesebelas; Gambar di-scan lalu di warnai dengan komputer. Saran saya,
warnai warna dasar dahulu. Software yang digunakan pada kasus ini ialah
Adobe Photoshop.
Langkah
keduabelas; Setelah menentukan arah cahaya, anda bisa membuat shading.
Dalam gambar ini arah cahaya berasal dari atas.
Langkah
ketigabelas; [ups...angka sial nih, supaya nggak sial saya buat satu
langkah lagi nanti]. Bersihkan garis-garis yang masih kotor tadi.
Langkah
keempatbelas; Satukan gambar yang anda buat dengan background. Untuk
mudahnya, tempatkan background pada layer dibawah gambar anjing tadi
dengan photoshop. Selesai deh.
Bagiku seni itu tanpa aturan. Cara apapun*) tidak masalah. Yang penting terus berlatih dan bereksperimen. Selamat mencoba
*)aturan-aturan dasar seperti lighting, perspektif dan sebagainya tetap berlaku.
Kemarin Kamis disuruh boss untuk ikut Workshop digital film maker. Tadinya sih ogah -(workshopnya
Kamis sampai Minggu choy! Ntar kalau kerjaan gak selesai pasti dipotong
gaji lagi!)- Walapun ada Teddy Soeriaatmadja & Jon Ramlan, rasa
ogah tetap ada, tapi setelah ikut akhirnya jadi muncul rasa respect.
Sinematografi film-film sungguhan (bukan kartun) selalu dipusingkan
dengan lighting, penempatan & pergerakan kamera di tempat yang
sempit. Belum lagi kontinuitas setiap shotnya, karena adegan dilakukan berulang-ulang, kita bisa menemukan kejanggalan sepeti yang kita temukan di kolom "Bloopers" di majalah Cinemags.
Beruntung animasi bukan seperti itu, walaupun njlimet di pra produksi ,
kita nggak perlu susah memikirkan susahnya menempatkan kamera di
ruangan. Mau di ruang sempit kek, mau di air kek, mau di dalam tanah,
udara semua bisa suka-suka kita. Kita juga nggak perlu kalah sama
cuaca, lighting semua bisa diatur suka-suka, nggak seperti film
sungguhan yang butuh reflektor, lampu, white balance, dan semua
alat-alat mungil yang mahal-mahal. Tapi karena mudahnya itu orang-orang
disini jadi ngawur!!! Kemudahan dan nilai ekonomisnya membuat
rekan-rekan saya kurang memahami pentingnya tiap tahapan membuat film.
I wish, ....I wish ada teman saya yang juga menghargai keringat mereka
yang susah-susah ngangkat lampu, kamera, menata setting dan
teriak-teriak dan berkata di dalam hati, "..susah banget lu
angkat-angkat, gampangan bikin animasi, dudul!!". Walaupun kenyataannya
kita harus nggambar 25 lembar dalam satu detik.
Kata Teddy, "It's learning by doing!
Saya pun dulu juga mulai dari nol!". Learning is learning, bila kita
mau mengevaluasi diri atas kesalahan-kesalahan yang pernah kita buat
dan berusaha memperbaikinya. Sebenarnya nggak cuma saya yang disuruh
ikut workshop, sebenarnya teman-teman satu studio disuruh semua, tapi
siapa saja yang berangkat? Do they Appreciate movies like I do?
dokter tito Male Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.