 |
 |
|
Wednesday, August 16, 2006
Ketahuan?(Yuk, Melet-melet!)..jadi ingat Simbah
Sial! Jadi ketahuan! Pantesan kok rame, ternyata ada yang pasang
pengumuman. Bertambahnya usia membuatku jadi merenung. Mengingat
perjalanan hidup yang kulalui. Termasuk ngguntingi kemeja Simbah,
haha.. Dulu awal mula saya menggambar, ya dari tempat sampah kertasnya
Simbah. Kadang beliau begitu asyiknya mengetik sehingga tak sadar
begitu banyak kertas yang terbuang. (Juga tak sadar kemejanya
diguntingi dari belakang). Sayang, kertas-kertas itu bagian belakangnya
masih bersih dari ketikan, padahal di Indonesia ini sudah berapa pohon
yang ditebang cuma untuk bikin kertas? Dari situlah hobi orek-orek
dikembangkan. Sembari memanfaatkan halaman yang masih polos, lembar
demi lembar sampah kertas mulai mengasah kemampuanku untuk menggambar
bentuk. Mungkin juga menulis merupakan cipratan hobi "Simbah Kakung".
Suara mesin ketik masih terekam baik di benak. Kira-kira ngetik
apa, ya? "Dari Katabelece sampai Kakus?"
Ha..ha..ha. Ide menggambar biasanya datang dari buku pustaka alam
LIFE, terbitan TIMES yang waktu itu boleh dicomot dari rak buku. Entah
gambar apa saja yang disitu, apalagi kalau bukan.....hewan. Oh, sh*t!
Jadi ingat kenapa aku kepingin jadi dokter hewan. Sebetulnya
heran juga kenapa di sini ketemu banyak blogger rendah hati. Ok,
kawan-kawan, thanks banget perhatiannya buat teman-teman yang tidak
bisa saya sebutkan satu persatu, dan terima kasih juga melet-meletnya.
Thanks Paman!(Anda ikut melet-melet, nggak?hayo!). 
Posted at 09:05 pm by dokter tito
Permalink
Tembakau tabur berhamburan!
Satu lagi komik strip di hari Rabu! Jayus, sih memang...tapi piye
maning. Cerita ini murni fiksi, lho! Apa? Wajah ada yang mirip? Mbuh!
Posted at 01:47 am by dokter tito
Permalink
Saturday, August 12, 2006
Tadi sore kabur dari studio.
Pergi ke "Soping", begitu cara penulisannya bila anda membaca tulisan
yang terpampang bis yang melewatinya. Soping mungkin dari kata shopping
yang artinya tempat untuk berbelanja, tapi nyatanya soping malah tempat
berjualan buku-buku loak di Jogja yang berlokasi di dekat Soceitet
Taman Budaya Yogyakarta. Bah, lupakan penjelasan bertele-tele ini.
Pokoknya saya tak menemukan apa yang saya cari. Setelah berputar-putar
dan kepanasan hampir dehidrasi, akhirnya matapun tertuju pada setumpuk
buku lapuk.  Man...Komik
itu digambar oleh Man. Berjudul " Raksasa", agak norak kalau judul itu
diberikan ke komik jaman sekarang. Terdaftar di Komdak Metro Jaya tahun
1975. Tak banyak informasi tentang pembuatnya. Kayaknya memang
begini,ya, komik jaman dulu. Kondisinya lumayan jelek. Bagian bawah
halamannya yang tampaknya pernah basah jadi rapuh. Padahal saya bacanya
sambil maem, lho! Bahkan kalau nggak salah lihat ada rontokannya yang
masuk ke piring. Belum ladi ada pinggiran halaman yang dikrikiti tikus! Pengerat satu ini memang kurangajar!
Saya pribadi pertama kali melihat gambar Man kalau nggak salah di
majalah Bobo. Waktu itu ilustrasi Man menghiasi cerita pendek di
majalah bermain dan belajar
itu sejak saya masih TK atau SD. Wah, nasib komikus jaman dulu
itu akhirnya jadi ilustrator majalah anak. Tunggu, jadi ingat,
beberapa tahun yang silam saya pernah mengikuti seminar animasi PKAN 3
(Pekan Komik dan Animasi Nasional 3) sebagai undangan. Man menjadi
pembicara seminar menggambar komik, cuma karena sudah siang, kita jadi
ngantuk-ngantukan, he..he..he.. Kalau tak salah juga, Man juga terlibat
film animasi "Suma Han"! Yoi, Pendekar Pulau Es yang kita baca di
cerita silat Kho Ping Hoo
itu. By the way, kemana komikus lawas lainnya, ya? Man bikin komik
barunya di rujukan seni cergam Sequen, lho. Tapi saya kok belum punya. Beliin, dong! Website yang menampilkan komik-komik lawas ada di Sang kolektor.
Tapi jangan banyak berharap dulu karena yang ada di sana cuma gambar
sampul. Semoga si empunya web mau berbagi isi komiknya kelak.
Posted at 09:04 pm by dokter tito
Permalink
Thursday, August 10, 2006
Posting satu lagi, deh. Terus terang, nggak nyangka, yang
kemari bakalan rame! Padahal awalnya yang saya kunjungi cuma blog-blog
tertentu, itupun nggak titip komentar, cuma giat berkunjung ke blog
teman kuliah atau ngopi di sebelah, sampai suatu saat kehadiran blog ini diendus tukang gombal. Di sini, ya begini ini, anda akan menjumpai grammar yang semrawut dan tutur kata yang kurang berkenan.
Blog! Bermula dari sarana pelampiasan sampai akhirnya terpikir buat
titip gambar. Pasien terapikomik sebetulnya adalah saya sendiri.
Menjadi dokter sekaligus pasien untuk mengobati diri sendiri. Soalnya
susah, lho, bekerja dengan hati mendongkol. Tapi saya bukanlah
pendendam, kalau bisa " misuh" nanti juga sudah baikan lagi. Iya nggak, bos? Bos? Oh, udah pulang. Aman!
Tapi percuma juga, sih, menyembunyikan identitas diri. Toh, dengan
bekal alamat e-mail pasti mudah terbongkar. Apalagi perguruan
tinggi di Jogja yang membuka aliran pengobatan kewan hanya satu. Hanya
saja muka saya sebaiknya ditutupi! Alasannya?................ alasannya............... .......................... .......................... .......................... Begini saja, deh. Coba tebak kenapa saya nggak jadi dokter manusia? Biarlah orek-orekan merah di wajah dan kaos Atari berwarna hitam itu jadi ikon untuk sementara. See ya, Saturday night.
Posted at 01:20 am by dokter tito
Permalink
Wednesday, August 09, 2006
Bikin animasi kelabang itu susah !
 Based
on true story! File kelabang-nya itu dimana, ya? Sibuk banget, nih.
Thanks yang udah sempat nengok ke sini. Kerjaanku numpuk. Kita jumpa
hari Sabtu aja, ya!
Posted at 10:23 pm by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|