 |
 |
|
Thursday, August 10, 2006
Posting satu lagi, deh. Terus terang, nggak nyangka, yang
kemari bakalan rame! Padahal awalnya yang saya kunjungi cuma blog-blog
tertentu, itupun nggak titip komentar, cuma giat berkunjung ke blog
teman kuliah atau ngopi di sebelah, sampai suatu saat kehadiran blog ini diendus tukang gombal. Di sini, ya begini ini, anda akan menjumpai grammar yang semrawut dan tutur kata yang kurang berkenan.
Blog! Bermula dari sarana pelampiasan sampai akhirnya terpikir buat
titip gambar. Pasien terapikomik sebetulnya adalah saya sendiri.
Menjadi dokter sekaligus pasien untuk mengobati diri sendiri. Soalnya
susah, lho, bekerja dengan hati mendongkol. Tapi saya bukanlah
pendendam, kalau bisa " misuh" nanti juga sudah baikan lagi. Iya nggak, bos? Bos? Oh, udah pulang. Aman!
Tapi percuma juga, sih, menyembunyikan identitas diri. Toh, dengan
bekal alamat e-mail pasti mudah terbongkar. Apalagi perguruan
tinggi di Jogja yang membuka aliran pengobatan kewan hanya satu. Hanya
saja muka saya sebaiknya ditutupi! Alasannya?................ alasannya............... .......................... .......................... .......................... Begini saja, deh. Coba tebak kenapa saya nggak jadi dokter manusia? Biarlah orek-orekan merah di wajah dan kaos Atari berwarna hitam itu jadi ikon untuk sementara. See ya, Saturday night.
Posted at 01:20 am by dokter tito
Permalink
Wednesday, August 09, 2006
Bikin animasi kelabang itu susah !
 Based
on true story! File kelabang-nya itu dimana, ya? Sibuk banget, nih.
Thanks yang udah sempat nengok ke sini. Kerjaanku numpuk. Kita jumpa
hari Sabtu aja, ya!
Posted at 10:23 pm by dokter tito
Permalink
Monday, August 07, 2006
Tikus! Kita yang jadi korban atau mereka?
 | Tikus
sebenarnya salah satu hewan yang bikin saya jijik. Tapi kemarin waktu
saya dijalan kebetulan lihat salah satu yang mati di jalan. Akhirnya
jadi kasihan juga. Saya potret pakai hp buat bukti. Terus terang
keberadaan hewan ini tak pernah dihargai. Selalu dibenci karena
dianggap perusak, hama tanaman, pencuri, juga pembawa penyakit.Nenek
saya adalah salah satunya. Kalau ada satu saja tikus yang masuk rumah,
pasti Nenek saya kepikiran sampai tak bisa tidur. Kalau ketemu pasti
langsung disiram air panas. Itulah salah satu sifat manusia yang tak mau berbagi. |
Kalau dipikir kenapa hewan pengerat ini menjadi pencuri, dan pembawa
penyakit? Tidakkah terpikir kalau mereka masuk ke dalam rumah kita
karena habitatnya kita singgahi. Manusia merasa tikus tak berhak di
wilayah yang telah dijadikan manusia sebagai pemukiman. Manusia tak
peduli tikus telah hidup disitu sebelum manusia datang. Akhirnya tikus
tersisih kemudian tinggal di lorong-lorong dan selokan kotor. Tak heran
mereka menjadi pembawa penyakit. Di saat tikus nekat masuk rumah manusia demi kelangsungan hidup, manusia lebih mementingkan barang-barang yang di'krikiti'
tikus. Ironis. Merusak baju dibayar nyawa! Paling tidak itu yang
dilakukan Nenek bila berjumpa tikus. Gigi tikus selalu tumbuh,
kalau gigi terlalu panjang mereka akan kesulitan makan, makanya pasti
ada saja yang di-krikiti. Bicara
piaraan, tikus termasuk hewan yang jarang dibawa ke klinik hewan untuk
diobati. Mereka lebih sering dipakai untuk hewan percobaan. Tapi yang
pernah maen game PC Vet Emergency
pasti tahu kalau ternyata di luar negri sono, tikus bisa disayang. Iya!
Disayang! Bener-bener tikus hitam yang bikin jijik itu!So, ada yang mau
memperjuangkan hak-hak tikus? Yang jelas bukan saya. Saya 'kan jijik. |
Posted at 09:46 pm by dokter tito
Permalink
Sunday, August 06, 2006
 nggambar sembunyi-sembunyi, gelap bener... | Baru-baru
ini saya melihat beberapa blog yang sering saya kunjungi berbenah diri.
Ini gawat! Tak cuma isi blog mereka yang bagus tapi juga mulai tampak
cantik. Tadinya saya cuma ingin blog ini sebagai wadah 'muni-muni'. Akibat dari bos yang nggak 'dong'
kalau saya mengusulkan suatu solusi. Tapi tampaknya anggapan tersebut
harus diubah sedikit. Soalnya yang mengunjungi blog ini ternyata ada
beberapa dari kalangan pinter. Kalau cuma mendengarkan saya mengumpat
rasanya kok kasihan, mereka jadi sia-sia nyasar ke sini. Ok, muni-muni
tetap ada di blog ini, tapi paling-paling ditambah gambar-gambar dikit.
Walaupun cuma ngawur, tapi paling tidak orang jadi tahu nggambar itu
nggak sulit. Untuk tampilannya kayaknya I must put some efforts! Syusyah.Di Firefox udah bagus, tapi di Internet Explorer kok ancurr. |
Posted at 10:47 pm by dokter tito
Permalink
Thursday, August 03, 2006
Tutorial menggambar kartun anjing!
WARNING! TIPS DARI SEORANG AMATIR! JANGAN DIPUJI! Gimana coba caranya nggambar asu, eh, anjing? - Bayangkan
dahulu dalam benak anda seperti apa wujud anjing yang akan anda gambar.
Anjing galakkah? Anjing penakutkah? Atau anjing cerewet berdasi yang
suka mengomeli anda di kantor ? (ups!). Dalam tutorial ini saya akan
mendemonstrasikan cara menggambar anjing yang imut. ; p
- Langkah kedua; gambar sebuah lingkaran dengan memakai pensil. Nggak perlu pakai jangka, 'kan ini cuma latihan.
- Langkah
ketiga; Gambar sebuah garis vertikal dan horizontal seperti pada
gambar. Anda akan menentukan kemana arah si anjing menghadap.
Pada gambar ini anjing menghadap ke kiri.
 - Langkah keempat; Buat sebuah bulatan kecil lagi.
 - Langkah kelima; Buat 2 bulatan kecil lagi di samping bulatan yang tadi.
 - Langkah
keenam; Buat bulatan sebagai hidung & beri 2 titik kecil sebagai
matanya.
 - Langkah ketujuh; Perbaiki sedikit detilnya. Hitamkan warna hidung, bentuklah mulut anjing.
 - Langkah
kedelapan; Setelah gambar sudah mulai tampak sketsanya lanjutkan dengan
menggambar detil outline, rambut-rambut dan telinga. Mata diberi
bulatan luar.
 - Langkah
kesembilan; Setelah sketsa jadi, outline bisa anda tebalkan dengan
marker atau drawing pen. Usahakan yang waterproof. Untuk gambar yang
sederhana gunakan outline yang tebal diatas 0.5. Langkah ini disebut
juga dengan tracing.
 - Langkah
kesepuluh; Hapus goresan pensil yang digunakan untuk menggambar sketsa.
Bagaimana? Sudah puaskah anda? Kalau belum puas, kita lanjut ke langkah
berikutnya.
 - Langkah
kesebelas; Gambar di-scan lalu di warnai dengan komputer. Saran saya,
warnai warna dasar dahulu. Software yang digunakan pada kasus ini ialah
Adobe Photoshop.
- Langkah
keduabelas; Setelah menentukan arah cahaya, anda bisa membuat shading.
Dalam gambar ini arah cahaya berasal dari atas.
 - Langkah
ketigabelas; [ups...angka sial nih, supaya nggak sial saya buat satu
langkah lagi nanti]. Bersihkan garis-garis yang masih kotor tadi.
 - Langkah
keempatbelas; Satukan gambar yang anda buat dengan background. Untuk
mudahnya, tempatkan background pada layer dibawah gambar anjing tadi
dengan photoshop. Selesai deh.
 Bagiku seni itu tanpa aturan. Cara apapun*) tidak masalah. Yang penting terus berlatih dan bereksperimen. Selamat mencoba *)aturan-aturan dasar seperti lighting, perspektif dan sebagainya tetap berlaku.
Posted at 04:29 pm by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|