 |
 |
|
Sunday, July 06, 2008
Ups. Sudah berapa lama saya tak posting lagi? Saya masih hidup dan sehat. Tiap pagi berjalan kaki ke kantor sejauh 45 menit. Irit uang, hemat BBM, dan akibat jalan kaki, bokong saya juga semakin bagus. Saya dokter hewan yang jadi ilustrator. Tak mudah membuat orang percaya saya punya kemampuan ilustrasi yang yahud. Butuh usaha ekstra keras kali yah supaya dipercaya. Lagipula dengan begitu nanti pulangnya bisa tidur nyenyak karena letih. Saya belum punya komputer, menjauhkan saya dari blog untuk sementara. Di kantor ada fasilitas internet, tapi kalau mau pakai harus antre, karena tujuan internet di situ sebenarnya juga untuk keperluan kerja. Jadi saya tak bisa blogwalking lagi seperti dahulu. Pekerjaan saya menyenangkan, banyak sekali menggambar binatang di sini. Sayang tidak boleh dipajang di sini.
Dari punya menjadi tak punya itu proses yang sulit. Dari hidup nyaman menjadi tak nyaman. Dari punya blog yang sering dikunjungi menjadi blog yang sepi. Banyak teman blogger yang saya rindukan. Sorry guys, belum bisa ngeblog lagi. Lagi ngumpulin duit, soalnya saweran saya masih recehan. Tenang saja, saya pasti kembali, keterbatasan itu bukan alasan untuk menyerah. em..tapi sepi itu tak buruk. Menon-aktifkan beberapa indera membuat indera yang tersisa menjadi peka. Sepi sering menjadi teman ketika bersedih, sebaliknya orang sering melupakan sepi ketika bahagia. Buat saya menyepi itu bisa menjadi teman berbahagia. Jika anda berada diantara harapan-harapan yang saling bertolakbelakang, menyepi adalah jawaban. Suatu saat pasti saya punya yang saya inginkan. Tapi ada untungnya bila kini tak berpunya, karena saya jadi peka kebutuhan orang lain.
Posted at 04:00 pm by dokter tito
Permalink
Monday, June 09, 2008
Sorry, urgent. Ada yang mau adopsi anjing? Animal shelternya ditutup, jadi tolong bantu mereka, ya. Tapi anjingnya jangan buat dimakan. Jika anda berminat langsung hubungi shelternya saja, ya.  
Posted at 05:20 pm by dokter tito
Permalink
Wednesday, April 23, 2008

Keluarga adalah salah satu dari sekian tema yang enak dibuat komik strip. Saya tak bilang lucu, tapi kalau menertawakan keluarga saya ya silahkan saja :p, memang mereka aneh kok. Bangun tidur itu biasa. Saking biasanya sampai-sampai kita bisa hafal di luar kepala, apa saja yang harus dilakukan dari bangun tidur sampai berangkat bekerja. Tapi kira-kira apa yang membuat Bapak lebih cepat siap daripada Ibu ya? :p .Apa hayoo.
Posted at 06:31 pm by dokter tito
Permalink
Sunday, March 30, 2008
Walaupun beda dua tahun, Waktu kecil badannya lebih gemuk dari saya. Karena dia nongol di bumi, maka berakhirlah kegembiraan saya dimanja, makanya sampai sekarang saya lebih celuthak. Badannya kelihatan lebih besar, karena itulah orang sering menyangka dia kakak padahal sayalah yang sulung. Tapi waktu kecil, saya tetap otak pencurian biskuit dalam kemasan kaleng simbah, kemudian mengajarinya mengembalikan selotip segel kemasan kaleng biskuit itu, sehingga dari luar tampak seperti kaleng biskuit yang tak pernah dibuka. Dia tahu saya butuh dia supaya rahasia kejahatan saya itu tetap aman, makanya dia tidak pernah memanggil saya 'mas'. Beranjak sekolah di SD, kami menabung uang saku satu minggu untuk membeli es krim. Waktu itu es krim campina bon-bon itulah yang paling enak. Berangkat naik sepeda berboncengan berdua, saya di depan, tapi malang, pulangnya disenggol truk sewaktu menyeberang. Saya sampai sekarang masih yakin kalau itu kesalahan saya. Adik saya cuma memar, tapi kulit lutut saya terkena luka abrasi yang cukup lebar. Beberapa hari saya berbaring di tempat tidur, sulit berdiri dan berjalan. Sejak itu, Chandra tiap hari duduk di depan rumah mencatat setiap plat nomor truk yang lewat :p. Tapi buat dia ada sisi baiknya. Waktu itu di sekolah minggu, ada drama Natal. Sebelum kecelakaan sayalah yang dapat peran jadi Yusuf, yang mestinya bersanding dengan Maria itu mestinya saya, gara-gara saya kecelakaan akhirnya si Chandra yang dapet peran Yusuf, pentas di mana-mana. Soal wanita beginian dari dulu saya selalu apes. Kami beruntung jadi saksi jaman keemasan video game, dari Atari, Nintendo, Sega genesis, bahkan kami pernah patungan membeli Super Nintendo. Waktu itu saya SMA dia SMP. Dia telaten membuat catatan cheat code, bahkan membuat peta game Jurrassic Park yang apik, diwarnai dengan spidol. Jangan menghalanginya kalau soal game, Bapak pernah menyimpan kumpulan gamewatch di dalam peti yang dikunci dengan kombinasi angka (punya barang bagus kok malah disimpen toh paak, bukannya dimainin), nah adik saya itu dengan telaten mencoba angka kombinasinya satu satu sampai 'klik', peti terbuka dan kumpulan gamewatch di dalamnya bisa dimainkan. Yipee... Berlimpah pengalaman konsol game bukan berarti kami keluarga kaya. Saya mana pernah pegang XBOX, PS2 apalagi PS3. Sekarang di rumah Yogya cuma ada Playstation tua, itupun pinjaman, tapi tak menghalanginya membuat artikel game. Kere itu bukan batasan untuk kreatif ya. Maybe someday I'll buy you ultimate console. Happy birthday, bro.
Posted at 08:19 pm by dokter tito
Permalink
Thursday, March 27, 2008

Saya pertamakali bertemu dengannya baru tahun lalu. Di sebuah rapat panitia acara festival animasi di Yogya. Namanya Janang. Kebetulan mantan teman sekantor saya bergabung dengan studio komik yang sama dengannya. Jadi kalau pas ke studionya kami bisa ngobrol-ngobrol soal hobi. Soal komik favorit, kami punya banyak kesamaan. Diskusi soal pengarang komik semacam Frank Miller sampai Marjane Satrapi. Mau komik Jepang, komik Amerika, atau komik lokal, dia punya wawasan luas tentangnya. Sebelum saya ke Jakarta dia bercerita kalau mau memotori buku kompilasi komik lokal.
Janang mengaku drop out dari sebuah Universitas di Yogya. Tampaknya berkarya menjadi prioritas diatas kuliahnya itu. Kalau anda punya majalah Wizard Indonesia no. 36, nah, buka halaman 12 :p. Di situ ada foto dia, sebagai pemenang festival komik. Waktu itu bulan September 2007, saya habis membeli majalah itu, sambil ngobrol dengan Astri, teman saya mengajar menggambar di Eltigo, mencari di sebelah mana fotonya Janang dipajang.
Astri dan mbak Ana juga yang mengabari kalau tadi pagi Janang meninggal karena komplikasi diabetes, hipertensi dan stroke. Sayang sekali sobat, bukankah kita sebaya? Selamat jalan, ya. Terimakasih sumbangsihnya untuk komik lokal.
Tadi pagi waktu saya makan oatmeal, beberapa teman memandang sarapan pagi saya itu dengan wajah kecut. Makanan yang tampak menjijikkan itu mengurangi kadar LDL (Low Density Lipid) dalam tubuhmu kawan.
__________________________________
Foto janang, diambil waktu pameran Festival Animasi Nasional di Yogyakarta, 31 Mei 2007. Catatan dan Komik karya Janang bisa dilihat di sini.
Posted at 09:27 pm by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|