 |
 |
|
Monday, July 10, 2006
Pernah nggak diskusi cuma klien dan mereka bilang, "gambar karakter
yang kamu buat terlalu dewasa, nggak cocok sama ceritanya" atau
sebaliknya, "gambar yang kamu bikin ini terlalu childish nggak cocok
sama ceritanya?" Bweeeeeeeek...
Kalau nggak butuh duit mungkin saya langsung bilang mereka, "SOK
TAHU!". Sebagian orang selalu kepentok dengan style, "kalau syle-nya
aja gini pasti ceritanya gini". Pernah lihat animasi flash-nya MONDO?
 
Pernah nonton SOUTH PARK? or......................Pernah nonton
HENTAI?=======Masih BERANI bilang ,"style kayak gitu cuma buat
anak-anak doang?". Watch carefully, dude! Do you know what are you deal with?
Posted at 05:47 pm by dokter tito
Permalink
Saturday, April 29, 2006
The character concept-art cycle
.:I found this in the book "The Art of Game Characters" by Leo Hartas:.
The character concept art cycle:
1. generate first round of sketches. This should be rough but
expressive, and should be creates very quickly with lots of variety.
2. Narrow down which ones have features that work well (I like this
hait but not that nose, etc). get multiple opinions on this to help
ensure broad appeal.
3. Do another round of drawings, a bit tighter this tme and combining the features that were selected from round one.
4. Repeat steps 2 and 3 until you found character that seems to work
well. The final version shoulf include colour and tutnaround view
showing the charcter's front, back ,and side.
5. Once you have the design you like, get feedback on it if possible,
either through focus testing ora at the very least, interna company
review. Make any needed adjustments in response to the feedback. But do
not design by committee! One or two people, usually the Lead Artist or
Lead Designer, must have the final say.
6. The last step is put the character into its final state.
Posted at 06:33 pm by dokter tito
Permalink
Monday, April 24, 2006
dEsain karakter(Character design)
Character
Design. Character design merupakan tahapan yang paling menyebalkan.
Harus berulang kali mengganti gambar, terkadang desain kita ditolak
dengan alasan yang konyol. Karakter itu harus beginilah, begitulah.
Gambar di atas adalah gambar pesanan seseorang untuk film tentang
superhero penyelamat lingkungan hidup. Konsep yang tadinya super
hero kenapa jadi wayang. Seorang Rekan sesama animator
mengkritik, " Sebenarnya mau bentuk kostumnya seperti apa tak masalah
yang penting fungsinya...". Hmm....komentar simpel tapi mengena. Tapi
akhir-akhir ini saya mulai beranggapan mereka (produser) sebetulnya
memiliki alasan yang kuat hanya saja tidak bisa mengungkapkannya dengan
baik.
Posted at 06:36 pm by dokter tito
Permalink
Tuesday, April 18, 2006
Lembur tak digaji, berani bolos potong gaji
Tukang
gambar animasi. Setiap hari harus menyelesaikan 2 cut in between dari
film animasi, setara 12-30 lembar gambar setiap harinya. Nama
animator terlalu canggih untuk kami, lebih baik kami disebut tukang
gambar. Gaji yang kecil tak mengapa karena kami cuma amatir. Setiap
hari harus mengolah storyboard yang tak jelas menjadi film yang layak
dinikmati. Tanpa arahan sutradara, tanpa arahan scriptwriter. Kini kami
harus menyelesaikan film serial berdurasi 24 menit dalam waktu satu
bulan.
TUKANG gambar animasi.... gaji tukang, skill amatir, deadline
profesional.
 
 
Posted at 04:15 am by dokter tito
Permalink
Ada
pengalaman menyebalkan bersama R*st*** sahabat saya. Kita ditangkap di
kecamatan Lendah gara-gara teman saya lewat pos polisi gak pake helm.
Ceritanya teman saya itu mbonceng dibelakang lalu kepalanya agak gatal
lantas dia buka helm sambil mendinginkan kepalanya yang panas penuh
ketombe itu. Alhasil kita dikejar polisi, surat2 diambil diminta datang
ke pos. Waktu saya berusaha berkompromi dengan polisi disitu temen saya
lihat ada orang desa tidak pake helm tapi dibiarin. Wah, ternyata
keadilan terhadap mahasiswa dan orang desa berbeda. Buat mahasiswa
pakai helm wajib hukumnya, tapi orang desa nggak perlu ditilang kalau
tidak pakai helm.
Let's make it straight: Bukankah helm berfungsi untuk menjaga keamanan pengendara dari cidera, tidakkah semua kalangan memiliki resiko yang sama
baik orang desa maupun yang lainnya? Apakah si bapak polisi berpikir
batok kepalanya orang desa itu lebih keras dari mahasiswa?
Setelah
saya lulus, saya magang di klinik hewan di jogja, well setiap hari saya
lihat polisi dengan mobil, dengan truk, setiap hari bergiliran ke hotel
yang bersebelahan dengan klinik itu untuk minta rokok. Paling tidak
tiap hari tiga rombongan.
Dengan segala hormat pak polisi,
semuanya tidaklah mengada-ada. Lihat tidak ada kata-kata
menjelek-jelekan anda diatas. Semuanya obyektif. Cuma saya nggak punya bukti otentik berupa foto, jadi foto Nita Talia diatas cuma sebagai pemanis : P
Posted at 04:08 am by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|