 |
 |
|
Wednesday, June 27, 2007
Blog-ku Sudah Satu Komentar
Blogging bisa adiktif juga. Siapa yang tak senang uneg-unegnya direspon dengan baik, apalagi dipuja-puji. Pantas saja kemarin ada gerakan jangan komen di blog seleb. Kenapa? Karena yang berjuluk selebblog ternyata tak mengomentari balik posting si komentator. Seleb blog itu siapa? Tak banyak yang mengaku, setahu saya yang mengaku cuma bapak ini. Saya sengaja posting sekarang, supaya tak memperkeruh suasana. Komentar memang menyenangkan. Awal ngeblog, saya rajin menunggu komentar nongol di posting saya. Waktu itu saya masih cecunguk pemalas yang betah blogwalking. Dari berbalas komentar, saya pun tak menyangka kelak bisa berjumpa orang lain lewat layanan setrum ini, sekedar berbincang, atau tamasya (walau tak sambil bergandengan tangan, ups!). Itukah yang membuat kita menunggu komentar ? Saya bohong kalau bilang tak suka posting saya direspon, tapi haruskah berhenti ngeblog kalau tak dikomentari ? Anda ngeblog untuk apa? Cuma untuk mendapat komentarkah? Kalau cuma ada satu komentar, apa, ya mau berhenti ngeblog ? Akhir-akhir ini saya sering mengintip siapa saja yang mengunjungi blog ini, dan tak semuanya menitipkan komentar :) . Tahu-tahu saya dikabari mpokb kalau komik saya jalan-jalan sendiri di milis. E-mailnya di-forward kembali ke saya, dan saya forward ke milis keluarga. Bapak saya protes, "Kamu ini ceroboh, ya, nggak nulis namamu di komik..". Saya mengiyakan saja. Lah, wajah diorek-orek itu kan sebenarnya sudah signature saya, ngapain nulis nama lagi? Trims, ya, mpok. Trims, semua yang suka komik saya :D. Aku terharu T_T.......Eh, posting ini nanti berapa komentar, ya?
Posted at 11:03 pm by dokter tito
Permalink
Sunday, June 24, 2007
Cara Mewarnai Ala Amatiran #2
Kemarin kita sudah belajar mewarnai menggunakan paintbucket. Sekarang kita belajar dua tool baru yaitu magicwand & brush .  Tool pertama: Magicwand, tongkat sihir ini akan kita gunakan untuk menyihir si kodok menjadi lebih berwarna. Tapi tak asal sihir, lantas 'cling' berwarna sendiri, kita harus bisa membayangkan kontur permukaan si kodok dulu. Mana cembung mana cekung, Nah, magicwand ini berfungsi untuk menyeleksi area yang akan kita warnai. Sehingga sapuan brush (kuas) tak keluar dari area yang kita inginkan. Seperti biasa, pada tahap ini gambar harus rapi jali, dan outlinenya saling bertemu, kalau ada celah sedikit magicwandnya akan memilih area yang tak kita inginkan
. Tool kedua: Brush, seperti halnya kuas, tool ini yang akan kita gunakan untuk mewarnai. Kalau paintbucket seolah menuang cat, maka brush seolah mengusapkan kuas di atas kertas. Mouse pun kita usapkan seperti kuas. Kita jadi sok seniman bukan? Pada opsi brush kita bisa memilih brush dengan tepian tegas atau blur, dalam latihan ini saya pakai yang bertepi blur.  lalu ini langkahnya:- pertama, gunakan magicwand klik pada area tubuh kodok yang kemarin sudah kita warnai hijau.

- kedua: pilih warna hijau yang lebih tua dengan eyedroppertool, kemudian pilih brush. Brush saya pilih yang bertepi blur dengan opacity 12%. Usapkan ke tubuh kodok sesuai arah cahayanya

- ketiga: kalau anda sudah selesai dengan shadow-nya, anda bisa menambahkan dengan highlights, terserah warna apa yang anda inginkan, saya memilih warna kuning #fff799.
- keempat: Kalau anda sudah selesai, tekann Ctrl+D untuk menghilangkan seleksi magic wand. Lakukan hal yang sama pada mata si kodok, magicwand, pick color, brush, ctrl+D, begitu seterusnya.



Saya nggak pelit kan? Nanti shadownya harus anda tambahkan dengan warna yang lebih gelap secara bertahap. Mainkan opacity brush-nya sesuka anda. Jangan takut bereksperimen. Sementara ini dulu, yak. Besoknya lagi kita bersama-sama belajar pakai multilayer, soalnya saya juga belum pintar.
Posted at 12:22 pm by dokter tito
Permalink
Wednesday, June 20, 2007
Gemar difoto itu bikin berantem, yak? Yang sini ingin pinjam kamera, yang sana juga. Di sisi lain saya tahu rasanya tak punya kamera digital. Momen-momen istimewa saya tak terdokumentasikan. Beberapa kali liburan sekolah, rasanya wujud saya tak tertangkap kamera, karena saya tak punya teman yang punya kamera. Entah bagaimana kini saya lebih suka keberadaan saya tak terdeteksi. Dari Narcissus sampai Rembrandt, semua gemar menatap wajahnya sendiri. Saya? Ah..saya tak pernah menemukan sudut yang asyik supaya terlihat tampan. Lagipula tak terdokumentasi itu membuat penasaran. :D
Posted at 04:09 pm by dokter tito
Permalink
Posted at 09:21 am by dokter tito
Permalink
Monday, June 18, 2007
Di dalam otakku mereka berlompatan kesana-kemari. Kung-kong, kung-kong , membuatku tak bisa tidur. Aku tak ingin pulang dulu. Biarlah aku tidur di dekat kertas, sehingga mereka bisa berbondong-bondong melompat kesana sewaktu-waktu. Musim kawinkah? Huh, rumit sekali bentuk mereka. Kubuang kodok yang rumit itu. Kukeluarkan sampai wujudnya cukup beberapa garis sederhana saja. Kodok-kodok itu membawa serta tanganku melompat-lompat. "Hei, cukup! Diam di situ! Kutaruh kalian di kaldera supaya tak keluyuran lagi." Capeknya, tanganku pegal. Tolonglah. Main lompat-lompatan di layar saja sana, aku ingin tidur yang nyenyak. Ada satu yang patah hati rupanya, ia tak mendapat pasangan. Baik kutemani sebentar. Setelah itu pergi, ya.
Posted at 02:52 am by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|