 |
 |
|
Monday, June 18, 2007
Di dalam otakku mereka berlompatan kesana-kemari. Kung-kong, kung-kong , membuatku tak bisa tidur. Aku tak ingin pulang dulu. Biarlah aku tidur di dekat kertas, sehingga mereka bisa berbondong-bondong melompat kesana sewaktu-waktu. Musim kawinkah? Huh, rumit sekali bentuk mereka. Kubuang kodok yang rumit itu. Kukeluarkan sampai wujudnya cukup beberapa garis sederhana saja. Kodok-kodok itu membawa serta tanganku melompat-lompat. "Hei, cukup! Diam di situ! Kutaruh kalian di kaldera supaya tak keluyuran lagi." Capeknya, tanganku pegal. Tolonglah. Main lompat-lompatan di layar saja sana, aku ingin tidur yang nyenyak. Ada satu yang patah hati rupanya, ia tak mendapat pasangan. Baik kutemani sebentar. Setelah itu pergi, ya.
Posted at 02:52 am by dokter tito
Permalink
Saturday, June 16, 2007
Cara Mewarnai Ala Amatiran #1
Mewarnai bukan hal yang sulit. Orang bodoh seperti saya saja bisa. Yang penting gambar jadi ada warnanya. Sesuai permintaan kali ini saya beberkan cara amatiran mewarnai menggunakan Adobe Photoshop.
Dengan cara ini ada dua kemungkinan: 1| Anda semakin kesulitan mewarnai menggunakan komputer karena bagai dituntun orang buta yang sama-sama tak mengerti jalan, 2| atau kalau beruntung, pikiran anda semakin terbuka lewat kacamata orang awam seperti saya.
Langsung saja ya: Pertama, anda boleh memakai gambar yang ada di blog ini. Save saja lalu buka di Adobe Photoshop dengan cara memilih menu File>Open. Supaya gambar mudah diwarnai, saya menggunakan mode black & white ketika memindai gambarnya. Baru ketika dokumen dibuka di Photoshop, mode-nya diubah kembali ke RGB.
Kedua, pilih eyedropper tool (atau tekan huruf I pada keyboard), pilih warna pada color swatches (kalau color swatches-nya belum ada jendela warna, tekan F6).

Ketiga, pilih paintbucket..,ya, yang gambar kaleng cat itu, nah tuangkan di area yang akan diwarnai.... Jangan ditertawakan ya, percaya atau tidak saya masih pakai cara itu.

Asal garis gambarnya rapi dan saling terhubung, anda bisa pakai cara ini. Sementara tutorialnya ini dulu. Namanya juga amatiran. Kalau gambarnya sederhana tak perlu memakai cara yang sulit kan? Nanti atau kapan-kapan kita bikin kodoknya lebih keren dengan beberapa gradasi warna. " Kapan-kapan itu kapan, mas ? ", "Lha, mbuh" :D
 ini eye dropper tool.
 ini paint bucket tool. gambar kodok boleh diambil dari sini
Posted at 02:15 am by dokter tito
Permalink
Wednesday, June 13, 2007
 Film yang diangkat dari kejadian nyata, bahkan bila disertai ilustrasi kadang bisa memberi efek yang tidak baik. Yang paling sering di televisi pada waktu jam makan siang, entah acara apa namanya, di situ membuat reka ulang adegan pemerkosaan dengan pemeran wanita yang lumayan cantik. Bukannya nanti orang jadi pada kepingin?
Posted at 06:39 am by dokter tito
Permalink
Sunday, June 10, 2007
Maaf, lama tak menengok blog. Sungguh saya sedang mengurangi penggunaan internet untuk kegiatan yang kurang berhubungan dengan pekerjaan. Semua gara-gara muak melihat temanyang tak punya keahlian selain chatting. Saya pikir lucu sekali kalau teman yang gemar chat itu dimarahi kere seperti saya yang juga tak punya keahlian selain blogging.  Saya kemarin ke Bandung, diminta unjuk menggambar di sana, katanya. Bah, Bandung bukannya tempat orang-orang pinter menggambar? Mampus saja saya di sana. Untunglah kebanyakan anak-anak sekolah menengah di sana. Saya diperlakukan dengan baik di sana. Anyway, saya juga jarang pulang. Seharian nongkrong di meja memindahkan puluhan kodok dari otak saya ke lembaran kertas. Sesekali saya didaulat bos supaya keluar berjalan-jalan ditemani sekretarisnya yang manis. Sepulangnya saya harus mengangkat galon air mineral dari lantai satu ke lantai empat. Nanti kalau kaya saya juga tak akan keberatan melakukannya. Tak harus sugih, tapi juga tak harus kere yang jadi tukang angkat galon. Saya juga punya tempat persembunyian baru. Sebuah persewaan buku di suatu sudut di Jogja, dimana saya bisa baca buku impor gratis di tempat bila tak punya cukup uang untuk membelinya. Kalaupun saya menyewa dan membacanya di kantor, saya cuma bertemu orang yang heran saya mengeluarkan uang untuk komik tebal, hitam putih, bergambar jelek dan berbahasa asing bikinan Art Spiegelman. Mm..sketsa kodok itu untuk proyek iseng. Saya begitu bersemangat karenanya. Otak saya hampir membengkak bila tak mengeluarkan kodok itu dari kepala. Nah, sekarang saya mau nggambar dulu. Saya titip blog ini.
Posted at 05:12 am by dokter tito
Permalink
Tuesday, May 29, 2007
Saya bolos lagi Rabu ini. Bila masih berkenan melihat gambar saya silahkan tengok di ITB nanti di gedung Sasana Budaya Ganesha. Saya demo menggambar nggak jelas di sana dan sedikit melakukan kebohongan publik juga. Hayoo, taruhan, dengan pamer cara menggambar saya bisa dapat cewek atau tidak.
Posted at 10:07 pm by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|