 |
 |
|
Sunday, March 30, 2008
Walaupun beda dua tahun, Waktu kecil badannya lebih gemuk dari saya. Karena dia nongol di bumi, maka berakhirlah kegembiraan saya dimanja, makanya sampai sekarang saya lebih celuthak. Badannya kelihatan lebih besar, karena itulah orang sering menyangka dia kakak padahal sayalah yang sulung. Tapi waktu kecil, saya tetap otak pencurian biskuit dalam kemasan kaleng simbah, kemudian mengajarinya mengembalikan selotip segel kemasan kaleng biskuit itu, sehingga dari luar tampak seperti kaleng biskuit yang tak pernah dibuka. Dia tahu saya butuh dia supaya rahasia kejahatan saya itu tetap aman, makanya dia tidak pernah memanggil saya 'mas'. Beranjak sekolah di SD, kami menabung uang saku satu minggu untuk membeli es krim. Waktu itu es krim campina bon-bon itulah yang paling enak. Berangkat naik sepeda berboncengan berdua, saya di depan, tapi malang, pulangnya disenggol truk sewaktu menyeberang. Saya sampai sekarang masih yakin kalau itu kesalahan saya. Adik saya cuma memar, tapi kulit lutut saya terkena luka abrasi yang cukup lebar. Beberapa hari saya berbaring di tempat tidur, sulit berdiri dan berjalan. Sejak itu, Chandra tiap hari duduk di depan rumah mencatat setiap plat nomor truk yang lewat :p. Tapi buat dia ada sisi baiknya. Waktu itu di sekolah minggu, ada drama Natal. Sebelum kecelakaan sayalah yang dapat peran jadi Yusuf, yang mestinya bersanding dengan Maria itu mestinya saya, gara-gara saya kecelakaan akhirnya si Chandra yang dapet peran Yusuf, pentas di mana-mana. Soal wanita beginian dari dulu saya selalu apes. Kami beruntung jadi saksi jaman keemasan video game, dari Atari, Nintendo, Sega genesis, bahkan kami pernah patungan membeli Super Nintendo. Waktu itu saya SMA dia SMP. Dia telaten membuat catatan cheat code, bahkan membuat peta game Jurrassic Park yang apik, diwarnai dengan spidol. Jangan menghalanginya kalau soal game, Bapak pernah menyimpan kumpulan gamewatch di dalam peti yang dikunci dengan kombinasi angka (punya barang bagus kok malah disimpen toh paak, bukannya dimainin), nah adik saya itu dengan telaten mencoba angka kombinasinya satu satu sampai 'klik', peti terbuka dan kumpulan gamewatch di dalamnya bisa dimainkan. Yipee... Berlimpah pengalaman konsol game bukan berarti kami keluarga kaya. Saya mana pernah pegang XBOX, PS2 apalagi PS3. Sekarang di rumah Yogya cuma ada Playstation tua, itupun pinjaman, tapi tak menghalanginya membuat artikel game. Kere itu bukan batasan untuk kreatif ya. Maybe someday I'll buy you ultimate console. Happy birthday, bro.
Posted at 08:19 pm by dokter tito
Permalink
Thursday, March 27, 2008

Saya pertamakali bertemu dengannya baru tahun lalu. Di sebuah rapat panitia acara festival animasi di Yogya. Namanya Janang. Kebetulan mantan teman sekantor saya bergabung dengan studio komik yang sama dengannya. Jadi kalau pas ke studionya kami bisa ngobrol-ngobrol soal hobi. Soal komik favorit, kami punya banyak kesamaan. Diskusi soal pengarang komik semacam Frank Miller sampai Marjane Satrapi. Mau komik Jepang, komik Amerika, atau komik lokal, dia punya wawasan luas tentangnya. Sebelum saya ke Jakarta dia bercerita kalau mau memotori buku kompilasi komik lokal.
Janang mengaku drop out dari sebuah Universitas di Yogya. Tampaknya berkarya menjadi prioritas diatas kuliahnya itu. Kalau anda punya majalah Wizard Indonesia no. 36, nah, buka halaman 12 :p. Di situ ada foto dia, sebagai pemenang festival komik. Waktu itu bulan September 2007, saya habis membeli majalah itu, sambil ngobrol dengan Astri, teman saya mengajar menggambar di Eltigo, mencari di sebelah mana fotonya Janang dipajang.
Astri dan mbak Ana juga yang mengabari kalau tadi pagi Janang meninggal karena komplikasi diabetes, hipertensi dan stroke. Sayang sekali sobat, bukankah kita sebaya? Selamat jalan, ya. Terimakasih sumbangsihnya untuk komik lokal.
Tadi pagi waktu saya makan oatmeal, beberapa teman memandang sarapan pagi saya itu dengan wajah kecut. Makanan yang tampak menjijikkan itu mengurangi kadar LDL (Low Density Lipid) dalam tubuhmu kawan.
__________________________________
Foto janang, diambil waktu pameran Festival Animasi Nasional di Yogyakarta, 31 Mei 2007. Catatan dan Komik karya Janang bisa dilihat di sini.
Posted at 09:27 pm by dokter tito
Permalink
Monday, March 17, 2008
When Keritikentang Met Terapikomik
Sial kehujanan. Saya melepas kaus kaki dan memelintirnya supaya air yang terjebak di serat-seratnya mengucur. Saya di depan mall, dengan celana basah tergulung, dan bertelanjang kaki. Saya mirip ojek payung. Rasanya kepengen misuh. Hari itu tujuan saya adalah mengunjungi toko komik di mall Taman Anggrek. Bukan komik biasa, tetapi komik superhero terbitan Marvel atau DC comics. Minggu depannya tanggal 22-23 maret, akan diadakan Toys & Comics fair. Saya ingin bersiap mencuri start memilih komik dari sekarang. Komik Amerika punya arti buat saya dibanding komik jepang. Bukannya saya fanatik, tapi komik Amerikalah yang membuat tangan saya gatal menggoreskan pensil diatas kertas. Caranya menggambar otot dan kerut-kerut wajah lebih mengesankan, walaupun dalam segi karakterisasi, komik Jepang (manga) pun tak kalah. Well, komikus kita mungkin berkiblat pada luar negeri ketika berkomik, tapi tunggu saja gebrakan komik lokal sebentar lagi ;).  Back to the topic, karena saya ndak ngerti mall, maka saya dipandu gadis-gadis nan manis, Juminten & nona Nieke. Si kembar yang punya keritingkentak . Merekalah yang memandu supaya jempol saya tidak terjepit eskalator, tangga yang bisa naik sendiri itu. Lumayan, kadang waktu jalan kiri-kanan diapit cewek-cewek manis, sayangnya mereka sudah ada yang punya, ya. Dulu saya cuma ngomong biasa saja mereka sudah ngakak. Rupanya mereka ndak pernah ketemu orang yang ngomongnya medhok, sampai-sampai saya dijuluki mas medhok. Menghina sekali, kapan-kapan saya ajak mereka ke pasar tradisional se-jawa tengah, biar mereka tahu di Jawa itu medhok semua. Sekarang komentar mereka, "Kok nggak terlalu medhok lagi sih, mas?". "Malu, di kantor sering diketawain.", saya mencoba jujur. "Di kantor, temanku bilang, kalau wajahnya masih polos dan ngomongnya medhok, bisa-bisa dirampok waktu jalan-jalan di UKI.", begitulah statement saya disambut cekakakan. Sial. Lalu sambil bersantap mereka mengajari saya cara bilang, "Jaga mulut loe!", dengan cara yang keren. Saya seolah alien terbelakang yang sedang diajari bicara. Tapi serasa keren juga, jalan-jalan di mall diapit gadis-gadis manis. Saya mimpi apa malam sebelumnya, ya? Di mall yang orang-orangnya wangi itu, cuma saya yang bau apek. Lha, baju saya kering sendiri sehabis kehujanan tadi. Tapi maaf, nona-nona, komik impor di boks obral itulah yang merangsang saya. Yup, antar saya menuju ke sana! Waw, kejutan, ada komik yang obral di sana. Mata saya berbinar ketika menemukan beberapa judul yang bagus di situ. Nah judul-judul yang saya taksir itu saya sembunyikan ditumpukan belakang, kemudian dengan hati riang saya menuju ATM di lantai bawah.  Sayangnya Nona Nieke pulang duluan ke kost, nah saya diantar Jumi kembali ke kios komik yang tadi. Walaa..si Jumi lupa di mana kiosnya. Setelah lelah naik turun ketemu juga akhirnya. Saya segera mengambil beberapa komik di boks obral. "Ini beneran obral, mbak?", tanya saya kepada penjaga tokonya. "Iya, mas". Jawaban seperti itulah yang saya tunggu- tunggu. "eh..", Waks. Kenapa si mbak bilang,"eh"?.Tidaak...jangan berubah pikiran. Jangaann. "Maaf, mas, harganya sesuai dengan yang tertera di plastik. Emang kadang ada yang suka nyasar ke situ, padahal harganya normal." Yaaa...hati saya langsung hancur berantakan. Pupus harapan saya melamar komik-komik keren itu. Sebel. Hujan-hujan tanpa hasil. Ya sudah, saya nunggu minggu depan saja. Doakan saya bisa nyolong komik di sana
Posted at 10:46 pm by dokter tito
Permalink
Sunday, February 24, 2008
Celingak-celinguk Tak Bisa Pulang
Gimana mau liat trayek transportasi umum kalau ditutupi begini? Ini namanya menguji kesabaran. Harus celingak-celinguk kiri kanan. Pengennya sih, saya tubruk saja mbak-mbaknya yang kulitnya lembut itu, lha wong nutupi info trayek, tapi kok yang pasang reklame di baliknya Jamsostek juga. Jakarta semakin aneh saja. Saya pulangnya naik bis apa  ?
Posted at 08:42 am by dokter tito
Permalink
Wednesday, February 06, 2008
Anthurium Disayang, Aku Ditendang
Posted at 12:21 pm by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|