Wednesday, February 21, 2007

Maap, saya kecapekan, tak usah posting komik saja untuk hari ini . Beberapa hari ini juga tidak pulang, karena kalau kena yang empuk-empuk di rumah saya jadi susah bangun, maka jadilah saya menginap di kantor. Bangun pagi disuruh ketemu bapak-bapak berdasi. Mau ngapain sih? Kayaknya dari pagi juga sudah di studio, tapi kok kerjaan nggak selesai-selesai juga. Kebanyakan main ya ? Yang jelas saya sebal kalau ada yang bilang, "Ayo, berpakaian! Pak 'itu' mau ketemu ". Memangnya saya belum berpakaian ?
NB: Maaf rambut klimis poni lemparnya gak keliatan :p
Posted at 01:39 am by
dokter tito
Permalink
Sunday, February 18, 2007
Lelah..banyak sekali yang di kepala. Tapi kenapa tak bisa keluarrr? Hampir setiap hari saya mengetik, cuma memang tak di-publish, melainkan disimpan dalam draft notepad. Banyak juga jumlahnya sampai banyak yang tak up-to-date. Saya harus menghapusnya satu persatu. Biasanya sebelum postingpun saya memeriksa kebenaran tulisan saya di internet. Sejujurnya, saya ingin sekali posting ngawur. Lebih ngawur dari yang sekarang.
Posted at 09:06 am by
dokter tito
Permalink
Wednesday, February 14, 2007
Happy Valentine, Santi & Dina :p

Setiap jantung berdetak umur kita bertambah, tapi kita memilih mensyukurinya setiap kelipatan satu tahun. Begitu juga dengan cinta. Setiap nadi berdenyut, kita mencinta. Salahkah memilih satu hari saja untuk mensyukurinya ? Pilih lain hari bila anda tak suka mereknya. Saya, sih nggak merayakan (lha kok bikin komiknya? tokoh fiktif koook)
Posted at 01:33 am by
dokter tito
Permalink
Monday, February 12, 2007
Tit..tit..bunyi sms ponsel saya (maaf kalau bunyinya saru). Ooo, rupanya sms dari Tika. "Aku lagi nonton di 21. Kirain film sci-fi, ternyata film horror", tuturnya. Sial, pasti orang ini mengirimi saya sms cuma sebagai alasan saja supaya tak menatap layar bioskop. Memangnya saya komedi? Tetapi saya jadi ingat, dulu sewaktu perjalanan naik bus menuju Jogja saya melakukan hal serupa. Saat penumpang di jok sebelah muntah-muntah, saya pura-pura sms supaya tak lihat materi muntahannya. Maklum saya juga gampang sekali mabuk darat. Karena saya pikir keisengan saya pasti bisa mengalahkan rasa jijik, saya sms sungguhan. Korban keisengan kali ini ialah seorang kawan yang mudah sekali jijik. Mulailah mata saya sedikit melirik ke arah muntahan, kemudian mendeskripsikannya lewat sms. "Hai, aq sdg menuju Jogja, penumpang sblhku muntah, nih.Kliatan ada wortel ma kentang, pasti makan sup". Tak lama kemudian datanglah sms balasan berisi sumpah serapah. Hihihihihi...Akhirnya, sementara penumpang sebelah masih spasmus lambung, saya bisa terkekeh sms-an dengan kawan saya yang gampang jijik itu. Lalu apa moral dari cerita ini ?
Posted at 11:32 pm by
dokter tito
Permalink
Wednesday, February 07, 2007
Posted at 07:11 am by
dokter tito
Permalink