 |
 |
|
Monday, February 12, 2007
Tit..tit..bunyi sms ponsel saya (maaf kalau bunyinya saru). Ooo, rupanya sms dari Tika. "Aku lagi nonton di 21. Kirain film sci-fi, ternyata film horror", tuturnya. Sial, pasti orang ini mengirimi saya sms cuma sebagai alasan saja supaya tak menatap layar bioskop. Memangnya saya komedi? Tetapi saya jadi ingat, dulu sewaktu perjalanan naik bus menuju Jogja saya melakukan hal serupa. Saat penumpang di jok sebelah muntah-muntah, saya pura-pura sms supaya tak lihat materi muntahannya. Maklum saya juga gampang sekali mabuk darat. Karena saya pikir keisengan saya pasti bisa mengalahkan rasa jijik, saya sms sungguhan. Korban keisengan kali ini ialah seorang kawan yang mudah sekali jijik. Mulailah mata saya sedikit melirik ke arah muntahan, kemudian mendeskripsikannya lewat sms. "Hai, aq sdg menuju Jogja, penumpang sblhku muntah, nih.Kliatan ada wortel ma kentang, pasti makan sup". Tak lama kemudian datanglah sms balasan berisi sumpah serapah. Hihihihihi...Akhirnya, sementara penumpang sebelah masih spasmus lambung, saya bisa terkekeh sms-an dengan kawan saya yang gampang jijik itu. Lalu apa moral dari cerita ini ?
Posted at 11:32 pm by dokter tito
Permalink
Wednesday, February 07, 2007
Posted at 07:11 am by dokter tito
Permalink
Sunday, February 04, 2007
Operasinya tiga jam. Walaupun dari luar tampak sehat, tapi tidak begitu dengan tulangnya. Tampaknya kejadian patah tulangnya lebih lama dari yang saya perkirakan. Patahan tulang yang di dalam malah sudah tertutup jaringan baru, berarti kejadiannya sudah lebih dari satu minggu. Tak mungkin disambung. Sedangkan paha atasnya terinfeksi. Si kucing sendiri tak berhasil melewati masa kritis pasca operasi. Jam 21.08 usai sudah. Duh , maaf, ya, cing kalau tak tertolong . Di saat seperti ini aku berharap sepintar dokter M. Jarigah. Thanks buat dokter Tito yang satunya.
Posted at 03:46 am by dokter tito
Permalink
Saturday, February 03, 2007
"To, kalau klinik hewan itu punya kegiatan sosial, nggak?" "Kegiatan sosial? Nggak ada, tapi Maret ini ada Jogja Dog Day.." "Bukan, maksudku, di sini ada kucing kakinya patah. Bisa diobati tanpa biaya, nggak?" "Wah,ditangkap aja dulu, habis ini aku ke situ" "Iya, ini kucingnya ada di parkiran." Kemudian saya bergegas menuju lokasi. Pasti ditabrak kendaraan di lokasi parkir karena perlu benturan keras untuk mematahkan paha kucing. Tapi kondisinya bagus, kucing itu masih kuat berlari. Dilihat dari kondisi luka, pasti kejadiannya sudah beberapa hari. Langsung saja saya masukkan ke dalam kardus mie instant dan membawanya ke klinik hewan seorang kawan yang terdekat. Patah tulang paha atau fraktur femur tak bisa ditangani sendiri. Saya butuh peralatan yang lebih lengkap dari sekedar alat suntik dan jahit. Apalagi saya baru beberapa kali menangani kasus begini. Untuk itulah saya pergi ke klinik hewan yang nama dokter hewannya sama dengan nama saya :p. Sesampainya di sana, saya-&-kawan-yang-dokter-hewan itu sepakat merogoh kocek masing-masing untuk biaya operasi. Tombok lagee...:D Fraktur kali ini adalah fraktur terbuka. Artinya tulang patah dan mencuat menembus kulit hingga terkena udara terbuka. Kalau sudah begini kemungkinan terkena infeksi sangat besar. Bakteri bisa menjalar ke bagian tulang yang masih di dalam. Dalam 12 jam setelah terkontaminasi, tulang bisa terinfeksi. Ok, dari pembicaraan di atas, kenapa harus didahului dengan pertanyaan "ada kegiatan sosial atau tidak"? Apa yang orang-orang takutkan? Biaya dokter hewan yang mahal ? Baik, memang bedah seperti ini bisa mencapai tiga ratus, bahkan lima ratus ribu rupiah. Karena tiap tahap operasi mengandung resiko, tentu kami harus berhati-hati. Apalagi kalau itu kucing kesayangan anda. Ditambah obat-obatan, penghitungan dosis anestesi supaya tidurnya tak kebablasan, pemasangan pin intramedular, itu harga yang sesuai. Tapi kalau itu kucing yang anda temui di jalan, saya harap anda tak menutup mata dan cuek saja. Ambil saja kucing itu, bawa ke dokter hewan terdekat dan jelaskan kalau itu bukan kucing anda. Si dokter hewan mestinya akan mengerti dan mengajak anda berdiskusi untuk mendapatkan solusi terbaik. Dalam kondisi seperti ini pilihan terburuk seperti euthanasi sekalipun lebih baik daripada membiarkan seekor kucing berkeliaran dengan tulang mencuat.
 Saya pasang foto yang nggak terlalu ngeri saja ya ? Saya yakin banyak yang nggak tega. Kalau pengen liat foto kucing yang tulangnya mencuat klik di sini.
Posted at 09:28 am by dokter tito
Permalink
Thursday, February 01, 2007
Punya kedua orangtua yang gaul memang susah. Saya juga tak menduga ayah & ibu saya cukup canggih untuk bisa baca-baca blog saya. Nah tadi pagi-pagi sekali bapak sms: "Mbok bapak dikenalin pacarmu itu". Sorenya ibu juga sms,"Siapa dina+santi? ". Aku kena fitnah lagi, deh :(. Orang ini, baru saja pulang, bisa-bisanya masih sempat bikin perkara.
Posted at 08:21 pm by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|