 |
 |
|
Monday, January 22, 2007
Kedatangan Tamu yang Manis
Hari Sabtu kemarin ternyata hari libur ya? Oh, di hari itu saya menemani seorang blogger manis bersantap siang di Jogja. Mbak-mbak yang juga berjuluk tante asyik ini cukup sigap mrono-mrene. Buntutnya sulit dipegang. Sepanjang perjalanan ngecipris tak karuan, pantes kalau beliau ini jadi tante asyiknya Ghilman. Santap siangnya sendiri tak ada yang spesial, kecuali bila anda menganggap mencorat-coret wajah saya dengan garpu saat santap siang itu spesial. Mungkin Dinda ingin wajah saya merah-merah semrawut seperti dalam terapikomik. Benar-benar wanita yang berbahaya. Ups..Pasti anda bertanya-tanya, bagaimana saya bisa kenal Dinda? Beberapa bulan lalu, lewat jasa ndobos seseorang, saya diperkenalkan mbak Dinda. Sampai akhirnya hari ini orangnya bisa berkunjung ke Jogja, dan ikut mengekor ke tempat kerja saya yang semrawut. Bahkan sesampainya di sana barang saya dipegang-pegang. Maksudnya barang-barang studio tentunya, seperti meja, pensil, penghapus....nggak penting ya? Karena tampaknya mbak ini sudah akrab dengan software yang saya gunakan, maka saya persilahkan menjadi animator barang sehari. Saya akui cepat sekali si Dinda belajar, cukup saya jelaskan sedikit dia sudah mengerti. Waah, kalau pinter bikin animasi begitu, si abang pasti makin cintah. Pulang dari studio, saya dipaksa berfoto sedang njawil Tugu Jogja. Maklum karena dalam perjalanan saya mengadu, beberapa tahun di Jogja tak pernah ndulit Tugu. Thanks ya, Dinda, sudah difoto bareng tugu. Kerja lagi sana, hus..huss. PS. Pin, Dinda kukembalikan utuh-tanpa-kurang-satu-colekan-pun. Gimana? Sekarang bisa ditukar dengan onta ?
Posted at 11:40 am by dokter tito
Permalink
Sunday, January 21, 2007
  Sudah lama saya tak duduk manis di depan TV. Kebetulan saja duduk manis itu ada gunanya juga, karena sesaat saya mendengar berita bahwa seorang nelayan telah menemukan benda yang menyerupai kotak hitam pesawat Adam Air. Di televisi terlihat kotak berwarna oranye (karena memang kotak hitam berwarna oranye), tapi tampaknya terlalu kecil. Selanjutnya saya melihat beberapa polisi dan warga sipil mengerubungi kotak berwarna oranye tersebut. Kemudian kamera merekam tulisan di badan kotak tersebut dari jarak dekat, dan tampak tulisan kanji yang tentu saja tak saya pahami, tapi di atas tulisan kanji tersebut tampak tulisan romaji, "EMERGENCY RATION". HUh!! Kecewa sudah. Bagi saya rasa penasaran sudah terjawab. Tapiii....ternyata tayangan masih berlanjut, berikutnya masih ada pernyataan perwira yang menyatakan tidak yakin atau tidak tahu atas kegunaan kotak oranye tersebut. Saya punya sepupu yang masih SD, namun lebih mengerti arti emergency ration daripada perwira polisi yang muncul di televisi itu. Tebak dari mana sepupu saya tahu istilah itu ? Dari game perang! Emergency ration ialah paket makanan yang kompak, digunakan dalam kondisi darurat. Salah satu contoh isinya bisa dilihat di sini. Cukup sekian laporan saya. Saya tak bisa menulis lebih banyak karena prihatin.
Posted at 08:41 pm by dokter tito
Permalink
Tuesday, January 16, 2007
Nggak mengerjakan pe-er lagi
Maafkan saya karena ingkar komitmen men-terapi komik anda. Hari Rabu ini kami para buruh akan berkumpul bersama menyaksikan film animasi yang telah kami buat. Sekaligus evaluasi dan membahas tenggat bulan Februari nanti. Nah, doakan semoga sewaktu membahas rapat terjadi pertempuran hebat. Kalau atasan saya tewas, pasti tak ada pekerjaan lagi, dan pasti......bisa posting komik tiap Rabu lagi.
Tapi kalau dipikir-pikir. Kami ini belum digaji untuk pekerjaan yang sedang dikerjakan sekarang ini. Kalau begitu jangan mati dulu, bos. Gajian saja dulu.
Posted at 11:29 pm by dokter tito
Permalink
Monday, January 15, 2007
Template biasbiru yang ciamik!
Saya senang mendesain web. Menulis script HTML sekaligus menyusun visualisasi halaman web mestinya merangsang kedua belah otak secara imbang. Saya pernah membuat desain web menggunakan notepad. Hasilnya ialah sakit kepala, walaupun akhirnya jadi kelihatan pintar di depan cewek yang memergoki saya utak-atik halaman web :p. Tapi membuat tampilan halaman web tentu berbeda dengan membuat lay out majalah. Dalam web, kecepatan loading sangatlah penting. Maka file gambar pun dikompres sedemikian rupa sehingga mudah dibuka di web browser. Baru saja ditinggal kuliah lagi, ternyata sudah ada weblog, ada css, ada rss. Nama-nama aneh yang semakin populer saat ini. Saya tak pernah puas dengan template standar, tapi juga tak mengerti cara memodifikasi nama-nama aneh tadi. Cuma belajar saja sudah bikin keringat dingin. Suatu saat, karena ingin mencoba membuatkan blog untuk seorang rekan, saya minta contekan desain blog bapak kepik biru, yang ternyata kebaikan hatinya kebangetan :D. Wong cuma minta contekan script kok malah dibuatin template. Tentu saja langsung saya coba. Wuaaah...ciamik!! Template buatan si Ary bikin minder saja. Warna hijaunya tentu membuat blog tampak lebih bersemangat, dibanding desain blog saya yang suram. Konon warna hijau katanya bisa memberi rasa sejuk. Saya menggunakan warna hijau untuk website terapikomik, lho. Tapi untuk blog yang sekarang ini, kenapa ya warnanya coklat ? Cokelat sepertinya enak. Tak lupa pula ia menempatkan gambar kucing yang lucu di bagian kanan image header. Lalu gambar header saya yang original seolah dijepit dengan paper clip di bagian kiri, kesan flat menjadi hilang. Bagus bukan? Kawan-kawan pasti iri ?
Posted at 11:48 pm by dokter tito
Permalink
Wednesday, January 10, 2007
Mukaku lebih jelek dari telapak kaki
 HUaa..telat lagi nih postingnya..:( . Maaf yang sudah menunggu. Akhir-akhir ini saya lebih sering keluyuran di lapangan. Pagi sore terkena terik sinar matahari. Kulit jadi hitam tak karuan. Beberapa hari terakhir ini pula saya masuk kerja sore hari. Rekan kerja yang baru saja pasti selalu bertanya, "Kok item?". Akhirnya, setiap kali saya berkaca, telapak kaki sendiri saja terlihat lebih tampan.
Posted at 10:52 pm by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|