 |
 |
|
Wednesday, December 27, 2006
Yang salah siapa?(GameBoynya ketinggalan)
 Masih hari Rabu bukan ? Ini cerita sewaktu saya pergi menjemput Sir mbilung, Adri dan Ghilman. Kikuk juga sewaktu menjemput mereka. Esoknya Nananias menyusul pendaratannya di Yogya. Besoknya Ndoro Pecas Ndahe. Rame, deh. Beruntung orang-orang ini selalu saja punya bahan untuk dibicarakan sehingga tak pernah ada rasa jenuh, mm..ada sebagian besar bahan pembicaraan sebenarnya, ya ngeledek saya itu. Komik ini berkisah tentang kecerobohan saya meninggalkan Game Boy Ghilman di taksi. Tangan ini gatal kalau lihat game console, apalagi GBA (Game Boy Advance) yang tersohor itu, walaupun ini jaman console diatas 128 bit tapi mobilitas dan banyaknya koleksi game GBA membuat console ini disukai, maka saya ulurkan tangan untuk meminjamnya. Waktu itu hujan deras, dan kami harus bergegas masuk penginapan, apalagi Ghilman kebelet pipis. Paniklah saya sewaktu tersadar GBA-nya tertinggal. Beruntung taksinya bisa dihubungi supaya kembali lagi ke penginapan. Sudut pandang yang lain dari cerita ini bisa dilihat di sini.
Posted at 08:55 pm by dokter tito
Permalink
Monday, December 25, 2006
Have Yourself a Merry Little Christmas
Kotak kosong? Sering kali kita terlalu berharap mendapatkan sesuatu ketika membuka sebuah kado, dan seiring dengan harapan terkadang ada kekecewaan ketika mendapati sesuatu yang tak sesuai keinginan. Natal kali ini penuh kekecewaan. Saya tak bisa merasakan suasana Natal karena masih juga dikejar-kejar target kerja. Ibu tak bisa pergi-pergi karena sakit, shock juga mungkin lihat hasil medical checkup-nya. Bapak juga urung pergi karena memilih menemani ibu di Salatiga. Saya di Jogja. Entah apakah adik mengalami kekecewaan yang sama, saya pulang pagi, tidur siang, dia pergi pagi hari dan pulang siang. Yang jelas kami sekeluarga kesulitan berkumpul akhir tahun ini. Curang sekali, padahal saya kan punya banyak ide untuk natal kali ini. Menyebalkan sekali kalau tak punya kesempatan untuk posting. Sialnya lagi, saya satu-satunya Kristen proset...euh..protestan di studio. Menjadi minoritas tentu berbeda, tak ada yang memutar lagu-lagu Natal. Tak ada hiasan-hiasan Natal. Sepele, sebagian orang akan menganggap sebagai simbol ganjil, tapi kenyataannya tema bisa membawa suasana hati lebih menikmati hari raya. Kali ini saya merasa kehilangan suasana Natal.  Mulailah saya berusaha berpikir positif tentang Natal kali ini. Tentu saja merayakan Natal tak harus seperti mesin yang diprogram untuk melakukan hal yang rutin setiap tahun. Justru kehilangan itu cara yang baik untuk mengingat apa yang pernah dimiliki bukan ? Tapi anehnya kali ini saya banyak mendapat ucapan Natal dari rekan-rekan non Nasrani :). Mulai dari blogger yang tak pernah bertatap muka sekalipun, juga kawan yang saya pikir tak terlalu akrab, dan mereka memberi ucapan Natal lewat shoutbox, maupun pesan singkat lainnya. Terharu, ternyata perbedaan tak membuat saya duduk sendiri di sini. Natal bukanlah untuk menyesali apa yang tak kita punyai, melainkan bersyukur atas apa yang kita miliki, toh semangat Natal bermula dari kesederhanaan di atas palungan dalam kandang. Bukan buaian mewah dalam Istana. Selamat Natal dan Tahun Baru. Damai sejahtera turun ke Bumi bagi anda sekalian. -warga minoritas Encouraged by Yoyok&YatiTerimakasih untuk semua yang mengucapkan selamat Natal. Cuma ucapan, tapi saya bahagia. Have yourself a merry little christmas, maybe....not exactly a christmas.....but have yourself a merry one! Gambar: Karya saya sendiri beberapa tahun lalu. Tak sempat menggambar lagi :(
Posted at 09:07 pm by dokter tito
Permalink
Sunday, December 24, 2006
 Sekedar posting iseng, anda bisa menirukan pose saya ? Mbak Yati sudah mencoba, dan hasilnya malah keyboardnya terinjak. :D . Udah, mbak, aku mau kerja. Latihan sendiri sono! Orek-orek di wajah saya hilang, jarak kaki dengan wajah ternyata memiliki efek tersebut. Jadi kalau ingin melihat wajah saya, coba dekatkan kaki anda pada semua foto saya di monitor.
Posted at 12:01 am by dokter tito
Permalink
Saturday, December 23, 2006
"Jam 12:25, wings air", "OK, kaos atari, topi merah", jawab saya supaya mudah dikenali, beliau segera menimpali, "Bapak ganteng nggandeng dua anak". Gurauan njelehi yang khas. Hari ini saya ke bandara menyambut Sir Mbilung, anakndobosnya dan juga si kakak anakndobos yang misterius.Saya tak sempat creambath, rebonding rambut apalagi memakai highheels, (haha..) melainkan mengenakan sepatu lusuh, kaos hitam berlogo atari, dan topi merah untuk menutupi rambut yang acak-acakan susah diatur. Bukan pakaian yang seharusnya dipakai untuk menyambut orang yang ngakunya selebblog. Bahkan Suara Merdeka pun menyinggung pertemuan kami. Ceritanya, saya nebeng beken, karena disana terapikomik disebut Ghilman sebagai salah satu blog favorit. Senangnya! Tante asyik nggak terima, tuh. Saya tak sabar, mereka pun mengaku tak sabar. Apa yang akan terjadi beberapa hari ini ? Sang ibu yang tak turut ke Jogja sudah memperingatkan, "Disasters are coming". Besok saya menyambut seleb yang satu lagi. Sssst...kali ini jangan sampai ketahuan media. -ditulis sebelum berangkat ke bandara
Posted at 08:00 pm by dokter tito
Permalink
Friday, December 22, 2006
 Aduh, capeknya aku. Semalaman tak tidur. Ternyata mengubah film animasi menjadi komik 24 halaman bukanlah hal yang mudah. Akhirnya kubagi saja storyboard menjadi 3 bagian. Masing-masing bagian akan menjadi 8 halaman komik. Pupus sudah segala idealisme. Yang penting jadi ! Lupakan segala celaku terhadap genre komik movie adaptation. Kapok. Thanks to Rony and Ibam yang sudah melek semalaman ! Soalnya kalau berani merem kucolok mata kalian. Oh, kawan-kawan..the Flash pilek van Bantoel sudah sembuh! PS. Tadi sore saya baru saja diberi tahu kalau Kakek Ibam meninggal, turut berdukacita ya, bam.
Posted at 06:04 am by dokter tito
Permalink
|
|

PROFIL DOKTER JAGA(L)
dokter titoMale Yogyakarta-BSD-Jakarta Lulusan bidang medis tapi jatuh cinta pada yang lain : komik. Soalnya aneh rasanya kalau harus menunggu pasien datang ke klinik supaya saya mendapatkan uang. Kesannya seperti berharap peliharaan seseorang jadi sakit (taruhan, pasti cuma perasaanku). Yang jelas hobilah yang membawaku ke dunia perburuhan gambar. Dunia tanpa istirahat ini tampaknya bisa jadi alternatif daripada bengong nunggu pasien.
JADWAL TERAPI
kliping terapikomik#1
MENGENDUS KATA
|
|