Posting satu lagi, deh. Terus terang, nggak nyangka, yang
kemari bakalan rame! Padahal awalnya yang saya kunjungi cuma blog-blog
tertentu, itupun nggak titip komentar, cuma giat berkunjung ke blog
teman kuliah atau
ngopi di sebelah, sampai suatu saat kehadiran blog ini diendus
tukang gombal. Di sini, ya begini ini, anda akan menjumpai
grammar yang semrawut dan tutur kata yang kurang berkenan.
Blog! Bermula dari sarana pelampiasan sampai akhirnya terpikir buat
titip gambar. Pasien terapikomik sebetulnya adalah saya sendiri.
Menjadi dokter sekaligus pasien untuk mengobati diri sendiri. Soalnya
susah, lho, bekerja dengan hati mendongkol. Tapi saya bukanlah
pendendam, kalau bisa "
misuh" nanti juga sudah baikan lagi. Iya nggak, bos? Bos? Oh, udah pulang. Aman!
Tapi percuma juga, sih, menyembunyikan identitas diri. Toh, dengan
bekal alamat e-mail pasti mudah terbongkar. Apalagi perguruan
tinggi di Jogja yang membuka aliran pengobatan kewan hanya satu. Hanya
saja muka saya sebaiknya ditutupi! Alasannya?................
alasannya...............
..........................
..........................
..........................
Begini saja, deh. Coba tebak kenapa saya nggak jadi dokter manusia?
Biarlah
orek-orekan merah di wajah dan kaos Atari berwarna hitam itu jadi ikon untuk sementara. See ya, Saturday night.